Di ujung timur Pulau Jawa, Kabupaten Banyuwangi memiliki sebuah pertunjukan budaya yang telah menjadi salah satu ikon seni terbesar di Indonesia. Pertunjukan tersebut adalah Festival Gandrung Sewu, sebuah pergelaran tari kolosal yang melibatkan ribuan penari dan diselenggarakan di pesisir Pantai Boom dengan latar pemandangan Selat Bali yang memukau. Melalui festival ini, Banyuwangi tidak hanya menampilkan keindahan seni tari tradisional, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya masyarakat Using yang menjadi bagian penting dari sejarah daerah tersebut.
Nama Gandrung Sewu secara harfiah berarti seribu gandrung. Istilah ini merujuk pada jumlah besar penari yang tampil secara bersamaan dalam sebuah koreografi kolosal yang mengangkat tema-tema sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Banyuwangi. Meskipun jumlah penari tidak selalu tepat seribu orang setiap tahun, nama tersebut telah menjadi simbol kemegahan dan skala besar pertunjukan yang diselenggarakan.
Festival ini menjadi salah satu agenda budaya paling terkenal di Jawa Timur. Ribuan penonton datang untuk menyaksikan perpaduan antara gerak tari, musik tradisional, tata artistik, dan panorama alam yang menjadikan pertunjukan ini berbeda dari festival budaya lainnya di Indonesia. Dengan latar laut terbuka dan matahari yang perlahan turun di ufuk timur Jawa, Gandrung Sewu menghadirkan pengalaman budaya yang sangat khas.
Bagi masyarakat Banyuwangi, festival ini bukan sekadar pertunjukan seni. Gandrung Sewu merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui festival ini, seni tradisional tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.
Tari Gandrung dan Identitas Budaya Banyuwangi
Akar Festival Gandrung Sewu berasal dari Tari Gandrung, salah satu kesenian tradisional paling terkenal di Banyuwangi. Tari ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Using, kelompok budaya yang banyak mendiami wilayah Banyuwangi dan dikenal memiliki tradisi yang khas dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:17 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 8:52 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 20:08 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:45 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:33 WIB