Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jawa Barat
»
Festival Budaya


Festival Seren Taun Cigugur Kuningan: Syukuran Panen Masyarakat Sunda

Foto: Upacara Adat Seren Taun di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, adalah tradisi agraris masyarakat Sunda sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan harapan untuk musim tanam mendatang
Pedoman Media Siber

Kuningan, Indonesianer.com -- Upacara Adat Seren Taun di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, adalah tradisi agraris masyarakat Sunda sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan harapan untuk musim tanam mendatang. Dipusatkan di Paseban Tri Panca Tunggal, ritual sakral ini diselenggarakan setiap tanggal 22 Rayagung dalam kalender Sunda.

Indonesia memiliki tradisi agraris yang sangat kuat, terutama di wilayah Jawa Barat yang sejak lama dikenal sebagai daerah subur dengan budaya pertanian yang berkembang pesat. Salah satu tradisi paling penting dalam kehidupan masyarakat Sunda adalah Festival Seren Taun di Kabupaten Kuningan. Festival ini merupakan upacara adat tahunan yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen, sekaligus bentuk penghormatan kepada alam, leluhur, dan Sang Pencipta.

Seren Taun bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga sebuah ritual yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam dalam kehidupan masyarakat Sunda. Kata “seren” dalam bahasa Sunda berarti menyerahkan atau mengembalikan, sedangkan “taun” berarti tahun. Secara makna, Seren Taun dapat dipahami sebagai ungkapan menyerahkan kembali hasil bumi kepada alam dan leluhur sebagai bentuk rasa syukur atas siklus kehidupan yang telah dilalui selama satu tahun.

Festival Seren Taun di Kuningan biasanya dipusatkan di kawasan adat yang masih menjaga tradisi Sunda secara kuat, seperti di lingkungan masyarakat adat yang mempertahankan sistem nilai leluhur. Dalam pelaksanaannya, festival ini melibatkan berbagai rangkaian acara adat, mulai dari prosesi ritual, kirab budaya, hingga pertunjukan seni tradisional yang berlangsung selama beberapa hari.

Masyarakat yang terlibat dalam Seren Taun tidak hanya berasal dari kalangan adat, tetapi juga masyarakat luas yang datang untuk menyaksikan dan mengikuti rangkaian acara. Suasana kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur menjadi inti dari seluruh kegiatan yang berlangsung dalam festival ini.

Sebagai tradisi yang berakar pada kehidupan agraris, Seren Taun memiliki hubungan erat dengan siklus pertanian padi yang menjadi sumber kehidupan utama masyarakat Sunda. Oleh karena itu, festival ini selalu dikaitkan dengan musim panen dan menjadi momen penting dalam kalender budaya masyarakat setempat.

Makna Ritual dan Filosofi Seren Taun dalam Budaya Sunda

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Baca Juga

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Seren Taun Cigugur Kuningan: Syukuran Panen Masyarakat Sunda

Festival Seren Taun Cigugur Kuningan: Syukuran Panen Masyarakat Sunda

Festival Budaya

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua