Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jawa Tengah
»
Festival Budaya


Yaqowiyu Klaten, Tradisi Sebar Apem Peninggalan Ulama Jawa

Foto: Tradisi Yaa Qowiyuu dicirikan dengan pembagian puluhan ribu kue apem yang diperebutkan oleh ribuan warga sebagai simbol sedekah dan memohon berkah
Pedoman Media Siber

Klaten, Indonesianer.com -- Tradisi Yaqowiyu adalah festival budaya dan keagamaan tahunan di Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, yang berpusat di kompleks makam Ki Ageng Gribig.

Indonesia memiliki banyak tradisi keagamaan yang berkembang seiring proses penyebaran Islam di tanah Jawa. Salah satu tradisi yang masih bertahan hingga kini dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat adalah Festival Yaqowiyu di Klaten, Jawa Tengah. Festival ini dikenal luas karena tradisi uniknya, yaitu sebar apem, yang menjadi simbol doa, sedekah, dan harapan akan berkah. Di balik kemeriahannya, Yaqowiyu menyimpan jejak sejarah dakwah Islam yang dilakukan oleh ulama Jawa pada masa lampau dengan pendekatan budaya yang lembut dan penuh kearifan.

Festival Yaqowiyu biasanya diselenggarakan di Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, sebagai bagian dari peringatan dan penghormatan terhadap Kiai Ageng Gribig, seorang ulama yang dikenal dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Jawa Tengah. Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan terus dijaga oleh masyarakat setempat sebagai warisan budaya yang memiliki nilai spiritual sekaligus sosial yang kuat.

Nama “Yaqowiyu” berasal dari kata “Ya Qowiyyu”, salah satu Asmaul Husna yang berarti Maha Kuat. Kata ini menjadi bagian penting dalam tradisi karena sering dilantunkan dalam doa dan zikir yang menyertai rangkaian acara. Dalam konteks budaya Jatinom, Yaqowiyu bukan hanya sebuah festival, tetapi juga sebuah bentuk peringatan religius yang dipadukan dengan tradisi lokal masyarakat Jawa.

Puncak dari Festival Yaqowiyu adalah tradisi sebar apem, yaitu pembagian kue apem kepada masyarakat yang hadir. Ribuan hingga ratusan ribu orang biasanya berkumpul untuk mendapatkan apem yang dilemparkan dari atas panggung atau bangunan tertentu. Masyarakat percaya bahwa apem tersebut membawa berkah, sehingga tradisi ini selalu dinantikan setiap tahunnya.

Meskipun terlihat sederhana, Festival Yaqowiyu memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Klaten. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, sedekah, dan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan. Selain itu, festival ini juga menjadi pengingat akan pentingnya berbagi kepada sesama dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa.

Kiai Ageng Gribig dan Akar Sejarah Yaqowiyu

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Baca Juga

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Seren Taun Cigugur Kuningan: Syukuran Panen Masyarakat Sunda

Festival Seren Taun Cigugur Kuningan: Syukuran Panen Masyarakat Sunda

Festival Budaya

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua