Indonesia memiliki banyak tradisi keagamaan yang berkembang seiring proses penyebaran Islam di tanah Jawa. Salah satu tradisi yang masih bertahan hingga kini dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat adalah Festival Yaqowiyu di Klaten, Jawa Tengah. Festival ini dikenal luas karena tradisi uniknya, yaitu sebar apem, yang menjadi simbol doa, sedekah, dan harapan akan berkah. Di balik kemeriahannya, Yaqowiyu menyimpan jejak sejarah dakwah Islam yang dilakukan oleh ulama Jawa pada masa lampau dengan pendekatan budaya yang lembut dan penuh kearifan.
Festival Yaqowiyu biasanya diselenggarakan di Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, sebagai bagian dari peringatan dan penghormatan terhadap Kiai Ageng Gribig, seorang ulama yang dikenal dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Jawa Tengah. Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan terus dijaga oleh masyarakat setempat sebagai warisan budaya yang memiliki nilai spiritual sekaligus sosial yang kuat.
Nama “Yaqowiyu” berasal dari kata “Ya Qowiyyu”, salah satu Asmaul Husna yang berarti Maha Kuat. Kata ini menjadi bagian penting dalam tradisi karena sering dilantunkan dalam doa dan zikir yang menyertai rangkaian acara. Dalam konteks budaya Jatinom, Yaqowiyu bukan hanya sebuah festival, tetapi juga sebuah bentuk peringatan religius yang dipadukan dengan tradisi lokal masyarakat Jawa.
Puncak dari Festival Yaqowiyu adalah tradisi sebar apem, yaitu pembagian kue apem kepada masyarakat yang hadir. Ribuan hingga ratusan ribu orang biasanya berkumpul untuk mendapatkan apem yang dilemparkan dari atas panggung atau bangunan tertentu. Masyarakat percaya bahwa apem tersebut membawa berkah, sehingga tradisi ini selalu dinantikan setiap tahunnya.
Meskipun terlihat sederhana, Festival Yaqowiyu memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Klaten. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, sedekah, dan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan. Selain itu, festival ini juga menjadi pengingat akan pentingnya berbagi kepada sesama dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa.
Kiai Ageng Gribig dan Akar Sejarah Yaqowiyu
Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera
05 Jul 2026, 16:51 WIB
Fauna
05 Jul 2026, 12:32 WIB
Flora
29 Jun 2026, 15:38 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:37 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:36 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:32 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:31 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:29 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Geoheritage
26 Jun 2026, 11:34 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 9:10 WIB
Tradisi
26 Jun 2026, 8:42 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB