Daya tarik utama Museum Taman Prasasti terletak pada koleksi batu nisannya yang sangat beragam. Museum ini menyimpan lebih dari seribu prasasti, monumen makam, dan nisan yang berasal dari berbagai periode sejarah kolonial. Sebagian koleksi berasal dari Kebon Jahe Kober, sementara sebagian lainnya dipindahkan dari pemakaman gereja-gereja tua di Batavia yang sudah tidak ada lagi. Koleksi tersebut memperlihatkan perkembangan seni pahat dan arsitektur pemakaman Eropa selama lebih dari dua abad.
Bentuk nisan yang dipamerkan sangat beragam. Ada yang bergaya klasik Eropa dengan ornamen malaikat dan pilar, ada pula yang memperlihatkan pengaruh seni Neo-Gotik. Beberapa monumen bahkan menunjukkan perpaduan unsur Eropa dengan elemen lokal yang berkembang di Hindia Belanda. Keragaman gaya tersebut membuat museum ini tidak hanya penting bagi sejarah Jakarta, tetapi juga bagi kajian seni dan arsitektur kolonial.
Di antara koleksi yang paling terkenal adalah makam Olivia Mariamne Raffles, istri pertama Sir Thomas Stamford Raffles. Olivia meninggal dunia di Batavia pada tahun 1814 dan dimakamkan di kawasan ini. Keberadaan makam tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Museum Taman Prasasti sering dikunjungi oleh peneliti sejarah kolonial dan wisatawan yang tertarik pada kisah Raffles di Nusantara.
Selain itu, terdapat pula makam berbagai tokoh penting yang pernah berperan dalam perkembangan Batavia. Salah satunya adalah Dr. Hermanus Frederik Roll, pendiri sekolah kedokteran STOVIA yang kemudian menjadi cikal bakal pendidikan kedokteran modern di Indonesia. Ada pula makam arkeolog Belanda Jan Laurens Andries Brandes yang dikenal melalui penelitiannya mengenai sejarah dan kebudayaan Nusantara. Kehadiran makam para tokoh tersebut menjadikan museum ini sebagai semacam ensiklopedia terbuka tentang sejarah kolonial Indonesia.
Koleksi museum tidak hanya terbatas pada batu nisan. Di dalam kawasan museum juga terdapat berbagai prasasti kuno, replika kereta jenazah abad ke-17, serta sejumlah peti mati bersejarah. Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian pengunjung adalah kereta jenazah yang pernah digunakan dalam prosesi pemakaman Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Selain itu, museum juga menyimpan peti mati yang pernah digunakan dalam prosesi pemakaman kedua tokoh tersebut. Koleksi ini memperluas cakupan museum dari sekadar sejarah kolonial menjadi bagian dari sejarah nasional Indonesia.
Ruang Terbuka yang Menjaga Memori Kota Jakarta
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB
Geopark
16 Jun 2026, 17:43 WIB
Geosite
15 Jun 2026, 20:28 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Peristiwa
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB