Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Museum
»
Detail Berita


Museum Taman Prasasti Jakarta, Jejak Sejarah Batavia yang Terukir di Batu Nisan

Foto: Museum Taman Prasasti merupakan museum ruang terbuka yang menyimpan berbagai peninggalan pemakaman dari abad ke-18 hingga awal abad ke-20.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Daya tarik utama Museum Taman Prasasti terletak pada koleksi batu nisannya yang sangat beragam. Museum ini menyimpan lebih dari seribu prasasti, monumen makam, dan nisan yang berasal dari berbagai periode sejarah kolonial. Sebagian koleksi berasal dari Kebon Jahe Kober, sementara sebagian lainnya dipindahkan dari pemakaman gereja-gereja tua di Batavia yang sudah tidak ada lagi. Koleksi tersebut memperlihatkan perkembangan seni pahat dan arsitektur pemakaman Eropa selama lebih dari dua abad.

Bentuk nisan yang dipamerkan sangat beragam. Ada yang bergaya klasik Eropa dengan ornamen malaikat dan pilar, ada pula yang memperlihatkan pengaruh seni Neo-Gotik. Beberapa monumen bahkan menunjukkan perpaduan unsur Eropa dengan elemen lokal yang berkembang di Hindia Belanda. Keragaman gaya tersebut membuat museum ini tidak hanya penting bagi sejarah Jakarta, tetapi juga bagi kajian seni dan arsitektur kolonial.

Di antara koleksi yang paling terkenal adalah makam Olivia Mariamne Raffles, istri pertama Sir Thomas Stamford Raffles. Olivia meninggal dunia di Batavia pada tahun 1814 dan dimakamkan di kawasan ini. Keberadaan makam tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Museum Taman Prasasti sering dikunjungi oleh peneliti sejarah kolonial dan wisatawan yang tertarik pada kisah Raffles di Nusantara.

Selain itu, terdapat pula makam berbagai tokoh penting yang pernah berperan dalam perkembangan Batavia. Salah satunya adalah Dr. Hermanus Frederik Roll, pendiri sekolah kedokteran STOVIA yang kemudian menjadi cikal bakal pendidikan kedokteran modern di Indonesia. Ada pula makam arkeolog Belanda Jan Laurens Andries Brandes yang dikenal melalui penelitiannya mengenai sejarah dan kebudayaan Nusantara. Kehadiran makam para tokoh tersebut menjadikan museum ini sebagai semacam ensiklopedia terbuka tentang sejarah kolonial Indonesia.

Koleksi museum tidak hanya terbatas pada batu nisan. Di dalam kawasan museum juga terdapat berbagai prasasti kuno, replika kereta jenazah abad ke-17, serta sejumlah peti mati bersejarah. Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian pengunjung adalah kereta jenazah yang pernah digunakan dalam prosesi pemakaman Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Selain itu, museum juga menyimpan peti mati yang pernah digunakan dalam prosesi pemakaman kedua tokoh tersebut. Koleksi ini memperluas cakupan museum dari sekadar sejarah kolonial menjadi bagian dari sejarah nasional Indonesia.

Ruang Terbuka yang Menjaga Memori Kota Jakarta

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Geosite

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Budaya

Pilihan Redaksi

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Budaya

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Peristiwa

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Desa Wisata

Menjelajah Alam dan Budaya Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Menjelajah Alam dan Budaya Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Desa Wisata

Potensi Wisata Berbasis Masyarakat Desa Wisata Candirejo Magelang

Potensi Wisata Berbasis Masyarakat Desa Wisata Candirejo Magelang

Desa Wisata

Baca Juga

Menikmati Suasana Asri Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang

Menikmati Suasana Asri Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang

Desa Wisata

Mengungkap Pesona Desa Wisata Baduy yang Tetap Menjaga Tradisi

Mengungkap Pesona Desa Wisata Baduy yang Tetap Menjaga Tradisi

Desa Wisata

Festival Cap Go Meh Singkawang, Perayaan Tionghoa Terbesar di Indonesia

Festival Cap Go Meh Singkawang, Perayaan Tionghoa Terbesar di Indonesia

Festival Budaya

Keunikan Rumah Adat dan Budaya di Desa Wisata Sade, Nusa Tenggara Barat

Keunikan Rumah Adat dan Budaya di Desa Wisata Sade, Nusa Tenggara Barat

Desa Wisata

Menyusuri Tradisi Leluhur di Desa Wisata Wae Rebo Nusa Tenggara Timur

Menyusuri Tradisi Leluhur di Desa Wisata Wae Rebo Nusa Tenggara Timur

Desa Wisata

Berita Lainnya

Mengenal Desa Wisata Pentingsari, Destinasi Edukasi dan Petualangan Keluarga di Lereng Merapi

Mengenal Desa Wisata Pentingsari, Destinasi Edukasi dan Petualangan Keluarga di Lereng Merapi

Desa Wisata

Tradisi Bau Nyale, Festival Mencari Cacing Laut dalam Legenda Putri Mandalika

Tradisi Bau Nyale, Festival Mencari Cacing Laut dalam Legenda Putri Mandalika

Festival Budaya

Erau Kutai Kartanegara, Festival Kerajaan Tertua di Indonesia

Erau Kutai Kartanegara, Festival Kerajaan Tertua di Indonesia

Festival Budaya

Keindahan Alam dan Budaya di Desa Wisata Nglanggeran yang Mendunia

Keindahan Alam dan Budaya di Desa Wisata Nglanggeran yang Mendunia

Desa Wisata

Meriahnya Festival Danau Sentani, Pesta Budaya di Jantung Papua

Meriahnya Festival Danau Sentani, Pesta Budaya di Jantung Papua

Festival Budaya

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua