Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Seni Budaya
»
Detail Berita


Tari Gambyong, Pesona Lembut dari Tanah Jawa yang Menari Melintasi Zaman

Foto: Namanya diambil dari seorang penari bernama Mas Ajeng Gambyong yang sangat piawai menari
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Nama "Gambyong" sendiri diyakini berasal dari seorang penari terkenal bernama Sri Gambyong yang hidup pada abad ke-19. Keindahan gerak tari yang dibawakannya begitu memikat sehingga gaya tari tersebut kemudian dikenal dengan nama Gambyong. Seiring waktu, bentuk tarinya mengalami berbagai penyempurnaan sehingga menjadi tarian yang memiliki struktur gerak lebih baku dan estetis.

Perkembangan terbesar Tari Gambyong terjadi ketika kesenian rakyat ini mulai mendapat perhatian dari lingkungan Keraton Surakarta. Para seniman keraton melakukan penataan ulang terhadap gerak, iringan musik, tata rias, hingga kostum sehingga tampil lebih halus dan sesuai dengan estetika tari klasik Jawa. Salah satu tokoh penting dalam proses pembakuan ini adalah S. Ngaliman, seorang koreografer yang pada pertengahan abad ke-20 menyusun Tari Gambyong Pareanom. Versi inilah yang kemudian menjadi bentuk Tari Gambyong paling populer dan banyak diajarkan hingga sekarang.

Dalam perkembangannya, Tari Gambyong tidak lagi hanya dipentaskan di lingkungan keraton atau acara adat. Tarian ini mulai hadir di panggung kesenian nasional, festival budaya, sekolah seni, hingga berbagai kegiatan diplomasi budaya Indonesia di luar negeri. Kehadirannya menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisional Indonesia kepada masyarakat internasional.

Salah satu daya tarik utama Tari Gambyong terletak pada gerakannya yang lembut namun dinamis. Penari menggerakkan kepala, tangan, bahu, dan kaki secara harmonis mengikuti irama gamelan. Gerakan mata atau lirikan menjadi unsur yang sangat penting karena mampu memberikan ekspresi yang hidup. Senyum yang selalu menghiasi wajah penari juga mencerminkan keramahan dan penghormatan kepada penonton maupun tamu yang disambut.

Iringan musik Tari Gambyong menggunakan seperangkat gamelan Jawa yang dipadukan dengan kendang sebagai pengatur tempo utama. Bunyi kenong, gong, saron, gender, dan bonang berpadu menghasilkan alunan musik yang tenang sekaligus menghidupkan suasana. Kendang memiliki peran penting karena menjadi penanda perubahan ritme sekaligus memberi isyarat kepada penari dalam melakukan perpindahan gerakan.

Kostum Tari Gambyong juga memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Penari biasanya mengenakan kemben dengan motif batik, kain jarik panjang, selendang yang disebut sampur, serta sanggul berhias bunga melati. Warna kostum umumnya cerah, seperti hijau, kuning, atau emas, yang melambangkan keindahan dan keceriaan. Tata rias dibuat anggun dengan menonjolkan ekspresi wajah agar pesan tarian dapat tersampaikan secara lebih jelas kepada penonton.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Baca Juga

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Berita Lainnya

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua