Di bagian timur kawasan terdapat hutan mangrove yang berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi dan menjadi tempat berkembang biak berbagai biota laut. Mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan, kepiting, moluska, serta burung air.
Keberadaan ekosistem pesisir menambah nilai ekologis taman nasional karena memperluas variasi habitat yang tersedia bagi satwa liar. Kombinasi antara hutan daratan dan pesisir menjadikan Kutai sebagai salah satu kawasan konservasi paling beragam di Kalimantan.
Pusat Pendidikan dan Penelitian
Karena aksesnya relatif mudah dibanding banyak kawasan konservasi lain di Kalimantan, Taman Nasional Kutai menjadi lokasi penting untuk kegiatan pendidikan dan penelitian.
Mahasiswa, ilmuwan, dan peneliti dari berbagai negara datang untuk mempelajari orangutan, biodiversitas tropis, ekologi hutan, serta dampak perubahan lingkungan.
Data yang diperoleh dari penelitian di Kutai telah memberikan kontribusi besar terhadap ilmu konservasi di Indonesia. Keberadaan kawasan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan tropis.
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB
Geopark
16 Jun 2026, 17:43 WIB
Geosite
15 Jun 2026, 20:28 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Peristiwa
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB