Di tengah kesejukan Kota Malang yang dikenal sebagai Kota Apel, berdiri sebuah museum yang menyimpan kisah heroik perjuangan bangsa Indonesia di masa revolusi kemerdekaan. Museum Brawijaya merupakan salah satu museum militer terpenting di Jawa Timur yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan, khususnya di wilayah Jawa Timur. Museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi yang menghidupkan kembali semangat juang para pahlawan melalui koleksi nyata yang masih terawat hingga kini.
Museum Brawijaya berlokasi di Jalan Ijen No. 25A, Kota Malang. Kawasan ini merupakan salah satu area bersejarah dan prestisius di kota tersebut, yang juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan kolonial bergaya Eropa yang masih terjaga. Museum ini mudah diakses dari berbagai titik kota, sehingga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang cukup populer di Malang, terutama bagi pelajar, peneliti, dan wisatawan yang ingin memahami sejarah perjuangan kemerdekaan secara lebih dekat.
Sejarah pendirian Museum Brawijaya berawal dari gagasan Brigadir Jenderal TNI (Purn) Soerachman, mantan Panglima Kodam V/Brawijaya pada awal 1960-an. Ide tersebut muncul pada tahun 1962 sebagai bentuk keinginan untuk mengabadikan berbagai peristiwa perjuangan rakyat Jawa Timur. Pembangunan museum kemudian mulai direalisasikan pada tahun 1967 dengan dukungan Pemerintah Kota Malang yang menyediakan lahan seluas sekitar 10.500 meter persegi, serta bantuan dari berbagai pihak. Arsitektur bangunan dirancang oleh Kapten Czi Ir. Soemadi dan proses pembangunan selesai pada tahun 1968.
Museum ini diresmikan pada 4 Mei 1968 dan sejak saat itu berfungsi sebagai museum militer yang berada di bawah naungan Kodam V/Brawijaya. Nama “Brawijaya” sendiri diambil dari nama kesatuan militer wilayah Jawa Timur, dengan makna filosofis “Citra Uthapana Cakra”, yang berarti cahaya yang membangkitkan semangat dan kekuatan perjuangan. Filosofi ini mencerminkan tujuan utama museum, yaitu menjaga dan membangkitkan semangat nasionalisme generasi penerus bangsa.
Koleksi Perjuangan yang Menghidupkan Sejarah Revolusi
Daya tarik utama Museum Brawijaya terletak pada koleksi militer dan benda-benda peninggalan perjuangan yang sangat beragam. Koleksi ini tidak hanya berasal dari wilayah Malang, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia, terutama Jawa Timur yang menjadi salah satu pusat pertempuran pada masa revolusi kemerdekaan. Berbagai benda tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kerasnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari berbagai ancaman pasukan asing.
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB
Geopark
16 Jun 2026, 17:43 WIB
Geosite
15 Jun 2026, 20:28 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Peristiwa
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB