Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jawa Timur
»
Museum


Museum Brawijaya Malang, Menjaga Api Perjuangan di Jantung Kota Apel

Foto: Daya tarik utama Museum Brawijaya terletak pada koleksi militer dan benda-benda peninggalan perjuangan yang sangat beragam.
Pedoman Media Siber

Malang, Indonesianer.com -- Museum Brawijaya adalah museum perjuangan yang mengoleksi benda-benda bersejarah hasil perjuangan rakyat Indonesia khususnya pada masa agresi militer Belanda I dan II di daerah Malang dan sekitarnya seperti Surabaya dan Bondowoso. Museum yang terkenal dengan Gerbong Mautnya ini merupakan museum angkatan bersenjata terlengkap di Kota Malang.

Di tengah kesejukan Kota Malang yang dikenal sebagai Kota Apel, berdiri sebuah museum yang menyimpan kisah heroik perjuangan bangsa Indonesia di masa revolusi kemerdekaan. Museum Brawijaya merupakan salah satu museum militer terpenting di Jawa Timur yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan, khususnya di wilayah Jawa Timur. Museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi yang menghidupkan kembali semangat juang para pahlawan melalui koleksi nyata yang masih terawat hingga kini.

Museum Brawijaya berlokasi di Jalan Ijen No. 25A, Kota Malang. Kawasan ini merupakan salah satu area bersejarah dan prestisius di kota tersebut, yang juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan kolonial bergaya Eropa yang masih terjaga. Museum ini mudah diakses dari berbagai titik kota, sehingga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang cukup populer di Malang, terutama bagi pelajar, peneliti, dan wisatawan yang ingin memahami sejarah perjuangan kemerdekaan secara lebih dekat.

Sejarah pendirian Museum Brawijaya berawal dari gagasan Brigadir Jenderal TNI (Purn) Soerachman, mantan Panglima Kodam V/Brawijaya pada awal 1960-an. Ide tersebut muncul pada tahun 1962 sebagai bentuk keinginan untuk mengabadikan berbagai peristiwa perjuangan rakyat Jawa Timur. Pembangunan museum kemudian mulai direalisasikan pada tahun 1967 dengan dukungan Pemerintah Kota Malang yang menyediakan lahan seluas sekitar 10.500 meter persegi, serta bantuan dari berbagai pihak. Arsitektur bangunan dirancang oleh Kapten Czi Ir. Soemadi dan proses pembangunan selesai pada tahun 1968.

Museum ini diresmikan pada 4 Mei 1968 dan sejak saat itu berfungsi sebagai museum militer yang berada di bawah naungan Kodam V/Brawijaya. Nama “Brawijaya” sendiri diambil dari nama kesatuan militer wilayah Jawa Timur, dengan makna filosofis “Citra Uthapana Cakra”, yang berarti cahaya yang membangkitkan semangat dan kekuatan perjuangan. Filosofi ini mencerminkan tujuan utama museum, yaitu menjaga dan membangkitkan semangat nasionalisme generasi penerus bangsa.

Koleksi Perjuangan yang Menghidupkan Sejarah Revolusi

Daya tarik utama Museum Brawijaya terletak pada koleksi militer dan benda-benda peninggalan perjuangan yang sangat beragam. Koleksi ini tidak hanya berasal dari wilayah Malang, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia, terutama Jawa Timur yang menjadi salah satu pusat pertempuran pada masa revolusi kemerdekaan. Berbagai benda tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kerasnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari berbagai ancaman pasukan asing.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Fauna

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Flora

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata

Pilihan Redaksi

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata

Baca Juga

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Peristiwa

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geoheritage

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Purbakala

Berita Lainnya

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Tradisi

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua