Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Busana Tradisional
»
Detail Berita


Busana Adat Sangkarut, Warisan Sakral Dayak Ngaju yang Menjaga Identitas Kalimantan

Foto: Berasal dari daerah Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah. Kata Sangkarut berarti pembatas atau pelindung. Busana ini melambangkan perlindungan, keberanian dan hubungan spiritual dengan leluhur serta alam
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Merah melambangkan keberanian dan semangat hidup. Hitam menggambarkan keteguhan serta kekuatan menghadapi tantangan. Putih menjadi lambang kesucian dan kejujuran, sedangkan kuning sering dikaitkan dengan kebijaksanaan dan kemuliaan. Perpaduan warna tersebut menciptakan tampilan yang kuat sekaligus artistik sehingga Sangkarut mudah dikenali dibandingkan busana adat dari daerah lain.

Keindahan busana ini semakin lengkap dengan berbagai aksesori tradisional. Penutup kepala yang dihiasi bulu burung enggang menjadi salah satu ciri paling mencolok. Burung enggang memiliki kedudukan istimewa dalam budaya Dayak karena dianggap sebagai simbol kemuliaan, kebesaran, dan hubungan antara manusia dengan dunia spiritual. Selain itu, dikenakan pula kalung manik-manik, gelang logam atau rotan, ikat pinggang berhias ukiran, hingga mandau sebagai perlengkapan adat yang melengkapi penampilan.

Mandau sendiri bukan sekadar senjata tradisional. Dalam konteks budaya Dayak, mandau merupakan simbol tanggung jawab, kehormatan, dan keberanian. Oleh karena itu, penggunaannya dalam busana adat lebih bersifat simbolis dibandingkan sebagai perlengkapan untuk berperang.

Filosofi Sangkarut yang Menyatukan Manusia, Alam, dan Tradisi

Jika diperhatikan lebih dalam, setiap unsur dalam Sangkarut memiliki makna yang saling berkaitan. Masyarakat Dayak sejak dahulu memandang alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itulah bahan-bahan alami seperti kulit kayu, rotan, serat tumbuhan, bulu burung, hingga manik-manik dari bahan tradisional menjadi elemen utama dalam busana ini.

Penggunaan kulit kayu menunjukkan kemampuan masyarakat Dayak memanfaatkan sumber daya hutan secara bijaksana. Mereka tidak mengambil alam secara berlebihan, melainkan menjaga keseimbangan agar pohon tetap dapat tumbuh kembali. Filosofi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat adat telah menerapkan prinsip keberlanjutan jauh sebelum istilah konservasi dikenal secara luas.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Baca Juga

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Berita Lainnya

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua