Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jambi
»
Busana Tradisional


Pesona Baju Adat Kurung Tanggung, Warisan Melayu Jambi yang Anggun

Foto: Pakaian ini memiliki ciri khas lengan yang tidak sampai pergelangan tangan (menggantung) serta dipadukan dengan celana atau bawahan sarung songket
Warta Konsumen Indonesia

Jambi, Indonesianer.com -- Baju Kurung Tanggung adalah pakaian adat tradisional yang berasal dari Provinsi Jambi. Ciri khas utama busana ini adalah potongannya yang berlengan tanggung (panjang lengan menggantung, tidak sampai pergelangan tangan), yang secara filosofis melambangkan ketangkasan dan kecekatan masyarakat dalam bekerja.

Di tengah kekayaan budaya Nusantara, Provinsi Jambi memiliki busana tradisional yang mencerminkan keanggunan sekaligus nilai kesopanan masyarakat Melayu. Busana tersebut dikenal sebagai **Baju Adat Kurung Tanggung**, pakaian tradisional yang telah diwariskan selama berabad-abad dan masih digunakan hingga kini dalam berbagai upacara adat maupun acara resmi. Meski namanya tidak sepopuler kebaya atau baju bodo, Baju Kurung Tanggung menyimpan filosofi mendalam yang menggambarkan identitas masyarakat Jambi sebagai bagian dari peradaban Melayu yang kaya akan adat istiadat.

Bagi masyarakat Jambi, pakaian adat bukan sekadar pelengkap penampilan. Setiap jahitan, warna, hingga aksesori yang dikenakan memiliki makna simbolis. Baju Kurung Tanggung menjadi cerminan nilai kesederhanaan, kehormatan, serta penghormatan terhadap norma sosial yang telah dijaga turun-temurun. Tidak mengherankan jika busana ini selalu hadir dalam prosesi penting seperti pernikahan adat, penyambutan tamu kehormatan, pelantikan tokoh adat, hingga perayaan budaya daerah.

Nama "Kurung Tanggung" sendiri mengundang rasa penasaran. Istilah "kurung" merujuk pada model pakaian longgar yang menutupi tubuh sesuai tradisi busana Melayu, sedangkan kata "tanggung" menggambarkan ukuran lengan yang tidak mencapai pergelangan tangan, melainkan berhenti sekitar tujuh per delapan panjang lengan. Ciri khas inilah yang membedakan busana adat Jambi dari berbagai variasi baju kurung di wilayah Melayu lainnya.

Secara historis, Baju Kurung Tanggung berkembang seiring masuknya pengaruh budaya Melayu dan Islam ke wilayah Jambi. Kesultanan Jambi yang pernah berjaya pada abad ke-17 hingga ke-19 berperan besar dalam membentuk identitas busana masyarakat. Pengaruh Islam mendorong berkembangnya pakaian yang longgar, sopan, dan menutup aurat, sementara budaya Melayu memperkaya desainnya melalui penggunaan kain tenun, songket, serta ragam hias flora yang menjadi ciri khas daerah.

Dalam perkembangannya, Baju Kurung Tanggung tidak hanya dikenakan oleh kalangan bangsawan. Masyarakat umum juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, meskipun dengan bahan yang lebih sederhana. Perbedaan status sosial biasanya terlihat dari kualitas kain, jenis tenunan, motif, hingga banyaknya aksesori emas yang dikenakan. Bangsawan cenderung memakai songket berbenang emas dengan perhiasan lengkap, sedangkan masyarakat biasa menggunakan kain tenun tanpa ornamen berlebihan.

Busana adat ini juga menunjukkan kemampuan masyarakat Jambi dalam mengolah tekstil tradisional. Songket Jambi yang terkenal memiliki motif khas seperti bunga melati, tampuk manggis, pucuk rebung, bunga tanjung, hingga motif sulur yang melambangkan pertumbuhan dan kehidupan. Keindahan motif tersebut memperlihatkan keterampilan para perajin lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua