Secara umum, Baju Adat Saibatin didominasi oleh warna merah yang dipadukan dengan warna emas. Warna merah melambangkan keberanian, semangat hidup, serta keteguhan dalam menjaga kehormatan keluarga. Sementara itu, warna emas menjadi lambang kemuliaan, kemakmuran, dan kebesaran adat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Lampung.
Busana pria biasanya terdiri atas baju lengan panjang yang dipadukan dengan celana panjang dan kain tapis yang dililitkan di bagian pinggang. Kain tapis merupakan kain tenun tradisional Lampung yang dihiasi sulaman benang emas dengan motif-motif khas. Selain mempercantik penampilan, tapis menjadi simbol keterampilan perempuan Lampung dalam menjaga tradisi menenun yang diwariskan secara turun-temurun.
Pelengkap busana pria meliputi kopiah atau penutup kepala adat, pending sebagai ikat pinggang, serta keris yang diselipkan di bagian pinggang. Keris bukan hanya senjata tradisional, tetapi juga menjadi simbol keberanian, tanggung jawab, dan kehormatan seorang laki-laki dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Sementara itu, busana perempuan tampil jauh lebih megah dengan perpaduan kebaya atau baju kurung berwarna cerah yang dipadukan dengan kain tapis. Keindahan pakaian semakin lengkap berkat beragam perhiasan emas yang dikenakan hampir di seluruh bagian tubuh, mulai dari kepala, leher, dada, tangan, hingga pinggang.
Salah satu ciri paling mencolok adalah siger, mahkota emas yang menjadi identitas perempuan Lampung. Pada masyarakat Saibatin, bentuk siger memiliki lengkungan yang khas dan berbeda dengan siger Pepadun. Mahkota ini bukan hanya menjadi penutup kepala, tetapi juga melambangkan kemuliaan perempuan sebagai penjaga kehormatan keluarga sekaligus penerus nilai-nilai adat.
Selain siger, terdapat berbagai aksesori lain seperti kalung papan jajar, gelang kano, gelang burung, kalung buah jukum, hingga aneka hiasan bunga emas yang dikenakan di bagian kepala. Seluruh perhiasan tersebut memiliki filosofi tentang kemakmuran, kebijaksanaan, kesucian hati, serta harapan agar kehidupan rumah tangga selalu diberkahi.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB