Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jawa Tengah
»
Busana Tradisional


Keanggunan Baju Adat Solo Basahan, Warisan Busana Keraton yang Sarat Makna

Foto: Busana basahan merupakan simbol kepasrahan diri manusia kepada kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Awalnya, pakaian ini sangat eksklusif dan hanya boleh dipakai oleh keluarga dan kerabat keraton saja
Warta Konsumen Indonesia

Dalam perkembangannya, Solo Basahan kemudian diadopsi oleh masyarakat luas, terutama sebagai busana pengantin adat. Meski telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat, aturan pemakaian busana ini tetap mempertahankan pakem yang diwariskan dari lingkungan keraton. Hal tersebut bertujuan menjaga nilai budaya sekaligus menghormati asal-usulnya.

Busana pengantin pria dalam Solo Basahan tampil gagah dengan mengenakan dodot atau kain batik panjang bermotif khas keraton. Bagian atas tubuh dibiarkan terbuka sehingga memperlihatkan kesan sederhana namun berwibawa. Sebagai pelengkap dikenakan stagen atau ikat pinggang tradisional, keris yang diselipkan di bagian belakang sebagai simbol kehormatan dan tanggung jawab, serta berbagai aksesori seperti kalung, gelang, dan selop.

Sementara itu, pengantin wanita mengenakan dodot dengan lilitan khas yang membentuk siluet anggun. Bagian dada ditutup menggunakan kemben yang dipadukan dengan berbagai perhiasan emas sehingga menghasilkan kesan mewah namun tetap elegan. Tata rambut menjadi salah satu ciri paling mencolok melalui sanggul besar yang dihiasi cunduk mentul, bunga melati, serta beragam aksesori tradisional lainnya.

Rangkaian bunga melati yang menjuntai dari sanggul bukan sekadar penghias. Dalam budaya Jawa, melati melambangkan kesucian hati, ketulusan, serta harapan agar kehidupan rumah tangga selalu dipenuhi keharuman nama baik. Aroma bunga yang lembut juga dipercaya membawa suasana damai dan penuh berkah.

Cunduk mentul yang menghiasi sanggul memiliki bentuk menyerupai bunga yang bergerak mengikuti langkah pemakainya. Hiasan ini menjadi simbol keluwesan seorang perempuan Jawa dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Gerakannya yang lembut menggambarkan sifat anggun, sabar, dan bijaksana.

Tak kalah penting adalah penggunaan paes, yakni tata rias hitam pada dahi pengantin wanita. Bentuk paes pada Solo Basahan mengikuti pola khas Surakarta yang memiliki aturan ukuran dan lengkungan tertentu. Paes bukan hanya mempercantik wajah, tetapi juga melambangkan pengendalian diri, kebijaksanaan, dan kesiapan seorang perempuan memasuki kehidupan baru sebagai istri.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua