Proses pembuatannya membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Pelepah kofo dipilih dari tanaman yang telah cukup umur agar menghasilkan serat berkualitas. Setelah dipanen, pelepah dipisahkan untuk diambil seratnya menggunakan alat sederhana. Serat tersebut kemudian dicuci, dijemur di bawah sinar matahari, dan disisir berulang kali hingga menjadi lebih halus.
Tahap berikutnya adalah pemintalan serat menjadi benang. Benang yang telah siap kemudian ditenun secara tradisional menjadi kain. Keseluruhan proses ini memerlukan waktu yang tidak singkat, sehingga setiap lembar kain Laku Tepu memiliki nilai yang tinggi karena merupakan hasil kerja tangan yang penuh ketelitian.
Pada masa lalu, Laku Tepu digunakan dalam berbagai kegiatan penting masyarakat. Selain sebagai pakaian sehari-hari, busana ini juga dikenakan pada acara adat, perayaan tradisional, penyambutan tamu, hingga berbagai ritual yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Sangihe. Penggunaan pakaian tersebut menjadi penanda bahwa seseorang sedang mengikuti peristiwa yang memiliki makna khusus.
Secara visual, Laku Tepu memiliki karakter yang sederhana namun elegan. Warna kain umumnya berasal dari warna alami serat kofo yang cenderung krem atau cokelat muda. Dalam perkembangannya, masyarakat mulai memberikan sentuhan warna menggunakan pewarna alami yang diperoleh dari tumbuhan di sekitar mereka.
Busana laki-laki umumnya terdiri atas atasan berlengan panjang atau pendek yang dipadukan dengan celana maupun kain sebagai bawahan. Sementara itu, perempuan mengenakan atasan yang dipadukan dengan kain panjang atau rok tradisional. Dalam acara adat tertentu, busana tersebut dilengkapi dengan penutup kepala, selendang, serta berbagai aksesori yang memperindah penampilan.
Keindahan Laku Tepu tidak hanya terletak pada bentuknya, tetapi juga pada tekstur kain hasil tenunan serat kofo yang memiliki karakter berbeda dibandingkan kain berbahan kapas. Serat alami tersebut memberikan kesan khas yang menjadi identitas busana tradisional masyarakat Sangihe.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB