Busana ini berkembang seiring perjalanan panjang Kesultanan Ternate yang mencapai masa kejayaannya sejak abad ke-15 hingga abad ke-17. Pada masa itu, Ternate menjadi salah satu penghasil cengkih terbesar di dunia. Kekayaan rempah menjadikan wilayah ini sebagai tujuan para pedagang dari Arab, Persia, India, Tiongkok, hingga bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda.
Interaksi dengan berbagai bangsa tersebut turut memengaruhi perkembangan seni busana. Meski menerima berbagai unsur luar, masyarakat Ternate tetap mempertahankan identitas lokal dalam bentuk, warna, maupun tata cara pemakaiannya. Hal inilah yang membuat Manteren Lamo memiliki karakter yang berbeda dibandingkan pakaian adat dari daerah lain di Indonesia.
Busana pria biasanya didominasi warna merah menyala, merah tua, atau merah marun yang melambangkan keberanian, kewibawaan, serta semangat kepemimpinan. Warna ini dipadukan dengan hiasan benang emas yang mencerminkan kemakmuran dan kebesaran kerajaan.
Atasan berupa jas panjang berlengan panjang dibuat dengan potongan yang rapi dan tegas. Pada bagian depan terdapat deretan kancing yang tersusun simetris sebagai simbol keteraturan dalam pemerintahan. Detail sulaman emas menghiasi kerah, ujung lengan, hingga tepian pakaian sehingga memberikan kesan anggun sekaligus berwibawa.
Bagian bawah menggunakan celana panjang yang dipadukan dengan kain songket atau kain tenun khas Maluku yang dililitkan di bagian pinggang. Kombinasi ini menghasilkan tampilan yang elegan namun tetap mencerminkan identitas budaya lokal.
Pelengkap yang paling mencolok adalah penutup kepala berbentuk kopiah atau destar yang dihiasi ornamen emas. Penutup kepala bukan sekadar aksesori, melainkan simbol martabat serta penghormatan terhadap adat dan agama.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB