Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Benteng Kolonial
»
Detail Berita


Menyusuri Jejak Sejarah Fort Van der Capellen, Benteng Kolonial yang Menjadi Ikon Kota Batusangkar

Foto: Dindingnya sangat tebal, mencapai 75 cm hingga 4 meter, serta dikelilingi oleh parit dan tanggul pertahanan. Komplek ini merupakan gabungan dari empat bangunan utama dengan lorong berbentuk setengah lingkaran dan dilengkapi ruang penjara
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Berbeda dengan benteng-benteng pesisir yang umumnya dibangun menghadap laut, Fort Van der Capellen berdiri di kawasan perbukitan dengan posisi yang cukup strategis. Dari lokasi tersebut, Belanda dapat mengawasi berbagai jalur transportasi yang menghubungkan daerah pedalaman Minangkabau. Benteng juga berfungsi sebagai pusat logistik, tempat tinggal pejabat kolonial, gudang persenjataan, hingga markas militer.

Arsitektur benteng menunjukkan perpaduan antara fungsi pertahanan dan administrasi. Kompleksnya memiliki bangunan utama bergaya kolonial dengan dinding tebal, jendela-jendela besar, atap tinggi, serta halaman yang luas. Pada masa awal pembangunannya, benteng dilengkapi pagar pertahanan, parit, serta beberapa pos penjagaan yang mengelilingi area utama.

Meskipun dibangun untuk kepentingan militer, suasana benteng tidak sepenuhnya menyerupai benteng perang di Eropa. Lingkungan Minangkabau yang sejuk membuat tata ruangnya lebih terbuka dengan banyak pepohonan dan halaman luas. Hal ini sekaligus menjadi penyesuaian terhadap iklim tropis Sumatera Barat.

Seiring berjalannya waktu, fungsi Fort Van der Capellen berkembang menjadi pusat pemerintahan kolonial di wilayah Tanah Datar. Berbagai urusan administrasi, perpajakan, keamanan, hingga hubungan dengan para penghulu Minangkabau dikelola dari kawasan ini. Karena itu, benteng memiliki peranan penting dalam proses penguatan pemerintahan kolonial di pedalaman Sumatera.

Selama masa penjajahan, benteng menjadi saksi berbagai dinamika politik dan sosial. Pergantian pejabat kolonial, aktivitas militer, hingga interaksi antara pemerintah Belanda dengan masyarakat lokal berlangsung di kawasan tersebut. Tidak sedikit pula kebijakan kolonial yang memengaruhi kehidupan masyarakat Minangkabau lahir dari kantor-kantor pemerintahan di dalam kompleks benteng.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, fungsi benteng ikut berubah. Kompleks ini dimanfaatkan oleh tentara Jepang sebagai pusat administrasi sekaligus markas militer. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 1945, Fort Van der Capellen kembali menjadi lokasi strategis dalam berbagai peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Sumatera Barat.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua