Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Maluku Utara
»
Benteng Kolonial


Jejak Sejarah Benteng Torre, Benteng Kecil yang Menjadi Saksi Perebutan Rempah di Maluku

Foto: Benteng di perbukitan batu ini dinamai dari kapten Portugis, Hernando de la Torre, dan menjadi saksi penting era perdagangan rempah-rempah
Warta Konsumen Indonesia

Tidore, Indonesianer.com -- Benteng Torre adalah bangunan peninggalan bersejarah bangsa Portugis yang terletak di Kelurahan Soa Sio, Kota Tidore, Maluku Utara. Dibangun tahun 1578 oleh Sancho de Vasconcelos setelah mendapat izin dari Sultan Gapi Baguna,

Di antara gugusan benteng peninggalan kolonial yang tersebar di Kepulauan Maluku, Benteng Torre merupakan salah satu situs bersejarah yang mungkin tidak sepopuler Benteng Belgica atau Benteng Duurstede. Namun, di balik ukurannya yang relatif kecil, benteng ini menyimpan kisah panjang tentang persaingan bangsa-bangsa Eropa dalam menguasai perdagangan rempah-rempah dunia. Berdiri di wilayah Kepulauan Banda, Benteng Torre menjadi saksi bisu masa ketika pala dan fuli memiliki nilai yang bahkan melebihi emas di pasar internasional.

Kini, Benteng Torre hadir sebagai destinasi wisata sejarah yang menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan sisa-sisa arsitektur kolonial yang masih kokoh, tetapi juga menikmati panorama laut Banda yang memukau. Perpaduan antara nilai sejarah, lanskap alam, dan atmosfer tenang menjadikan benteng ini layak masuk dalam daftar tujuan wisata bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dekat jejak kolonial di Indonesia.

Benteng Torre dibangun pada awal abad ke-17 oleh Portugis sebagai bagian dari strategi mempertahankan pengaruh mereka di Kepulauan Banda. Saat itu, Banda merupakan satu-satunya wilayah di dunia yang menghasilkan pala dan fuli secara alami. Komoditas ini menjadi incaran banyak bangsa Eropa karena permintaannya sangat tinggi di pasar internasional. Pala bukan hanya digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat sebagai obat dan bahan pengawet makanan.

Kehadiran Portugis di Banda diawali oleh ekspedisi pelayaran yang mencari jalur perdagangan langsung menuju sumber rempah-rempah. Untuk mengamankan kepentingan dagang sekaligus menghadapi ancaman dari kerajaan lokal maupun bangsa Eropa lainnya, Portugis mendirikan sejumlah benteng pertahanan. Benteng Torre termasuk salah satu struktur yang dibangun untuk mengawasi aktivitas pelabuhan dan lalu lintas kapal di sekitar Banda.

Meski demikian, dominasi Portugis tidak berlangsung lama. Pada awal abad ke-17, Belanda melalui Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC mulai memperluas pengaruhnya di Nusantara. Persaingan antara Portugis, Belanda, dan Inggris semakin sengit karena masing-masing ingin memonopoli perdagangan pala.

Konflik tersebut mencapai puncaknya ketika VOC berhasil mengambil alih Banda setelah serangkaian pertempuran dan kebijakan yang sangat keras terhadap penduduk setempat. Benteng Torre kemudian berada di bawah kendali Belanda dan mengalami berbagai penyesuaian fungsi. Meskipun ukurannya tidak sebesar benteng utama lainnya, Torre tetap memiliki peranan penting sebagai titik pengawasan dan pertahanan di kawasan pesisir.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua