Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Maluku
»
Benteng Kolonial


Jejak Rempah dan Kolonialisme di Benteng Beverwijk, Saksi Bisu Sejarah Maluku

Foto: Benteng ini juga dikenal sebagai kembaran dari Benteng Amsterdam yang berada di wilayah Maluku
Warta Konsumen Indonesia

Maluku Tengah, Indonesianer.com -- Benteng Beverwijk adalah peninggalan bersejarah era VOC yang terletak di pesisir utara Pulau Nusalaut (tepatnya di Negeri Sila), Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Benteng ini dibangun pada tahun 1654 oleh Arnold de Vlaming van Oudtshoorn dan berfungsi sebagai pos pertahanan, pemantauan, serta gudang rempah.

Di gugusan Kepulauan Maluku yang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai pusat perdagangan rempah dunia, berdiri sejumlah benteng peninggalan kolonial yang menjadi saksi bisu perebutan kekuasaan bangsa-bangsa Eropa. Di antara deretan benteng tersebut, Benteng Beverwijk menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menarik untuk dikenal. Meski namanya tidak sepopuler Benteng Belgica di Banda Neira atau Benteng Amsterdam di Hila, keberadaan Benteng Beverwijk menyimpan kisah penting mengenai strategi pertahanan Belanda dalam menguasai jalur perdagangan pala dan cengkih di kawasan timur Nusantara.

Benteng ini mencerminkan bagaimana Maluku pernah menjadi pusat perhatian dunia. Pada masa ketika rempah-rempah memiliki nilai setara emas, setiap pelabuhan, pulau, hingga jalur laut menjadi rebutan bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Benteng-benteng pun dibangun bukan hanya sebagai tempat berlindung dari serangan musuh, tetapi juga sebagai simbol kekuasaan sekaligus pusat administrasi kolonial.

Kini, Benteng Beverwijk hadir sebagai bagian dari warisan sejarah Maluku. Meskipun sebagian bangunannya telah mengalami kerusakan akibat usia, jejak arsitektur kolonial yang masih tersisa mampu membawa pengunjung membayangkan suasana perdagangan rempah yang pernah menghidupkan kawasan ini selama ratusan tahun.

Benteng Beverwijk dibangun pada masa dominasi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Kepulauan Maluku. Seperti banyak benteng Belanda lainnya, pembangunan benteng ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk mengamankan wilayah produksi rempah sekaligus mengawasi aktivitas pelayaran di sekitarnya.

Nama "Beverwijk" sendiri berasal dari sebuah kota di Belanda. Penamaan benteng dengan nama kota asal di negeri induk merupakan tradisi yang lazim dilakukan VOC. Selain menunjukkan identitas kolonial, nama tersebut juga menjadi simbol bahwa wilayah yang ditempati berada di bawah kendali pemerintah Belanda dan perusahaan dagang VOC.

Lokasi benteng dipilih secara strategis. Dari titik berdirinya, pasukan kolonial dapat mengawasi perairan di sekitarnya sekaligus memantau kapal-kapal yang keluar masuk kawasan perdagangan. Posisi tersebut memungkinkan Belanda mengontrol distribusi rempah sekaligus mencegah pedagang asing melakukan transaksi langsung dengan masyarakat setempat.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua