Selain kulit kayu, daun-daunan tertentu juga dimanfaatkan sebagai rok atau penutup tubuh. Daun yang dipilih biasanya memiliki serat kuat sehingga tidak mudah robek ketika dipakai beraktivitas. Bagi laki-laki, pakaian adat cenderung lebih sederhana dengan penutup tubuh bagian bawah yang dipadukan berbagai aksesori tradisional. Sementara itu, perempuan mengenakan rok dari serat tumbuhan atau daun yang dirangkai sedemikian rupa sehingga nyaman digunakan.
Salah satu ciri paling mencolok dari busana adat Marind adalah penggunaan berbagai hiasan yang berasal dari alam. Bulu burung kasuari, burung cenderawasih, atau burung lokal lainnya sering dijadikan penghias kepala. Selain memperindah penampilan, bulu-bulu tersebut melambangkan keberanian, kewibawaan, dan hubungan spiritual dengan alam.
Tak hanya itu, kalung dari taring hewan, biji-bijian hutan, tulang, hingga kerang laut juga menjadi pelengkap yang memiliki nilai simbolis. Dahulu, aksesori tersebut menunjukkan status sosial, keberhasilan berburu, atau pencapaian seseorang dalam kehidupan masyarakat adat. Semakin lengkap aksesori yang dikenakan, semakin tinggi pula penghormatan yang diberikan kepada pemakainya pada situasi tertentu.
Warna alami mendominasi busana adat Marind. Cokelat dari kulit kayu, hijau daun, putih kerang, hitam arang, serta warna-warni bulu burung berpadu membentuk tampilan yang sederhana tetapi sangat artistik. Berbeda dengan pakaian modern yang banyak menggunakan pewarna sintetis, masyarakat Marind lebih mengandalkan warna asli dari material yang mereka gunakan.
Hal menarik lainnya adalah penggunaan lukisan tubuh sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari busana adat. Tubuh dihiasi motif menggunakan tanah liat putih, arang hitam, atau pewarna alami berwarna merah yang berasal dari tumbuhan tertentu. Motif tersebut memiliki makna tersendiri, mulai dari perlindungan spiritual, penanda kelompok, hingga lambang keberanian sebelum mengikuti upacara adat atau ritual penting.
Bagi masyarakat Marind, pakaian bukan hanya sesuatu yang dikenakan secara fisik. Busana adat menjadi identitas yang memperlihatkan keterikatan seseorang dengan marga, leluhur, serta lingkungan tempat mereka hidup. Oleh karena itu, setiap elemen yang melekat pada pakaian selalu memiliki makna budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB