Walaupun telah mengalami berbagai penyesuaian dalam aspek koreografi maupun tata panggung, esensi Tari Sekapur Sirih tetap dipertahankan. Nilai penghormatan kepada tamu masih menjadi inti pertunjukan, menjadikan tarian ini tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Dari Tradisi Menyuguhkan Sirih hingga Menjadi Ikon Budaya Jambi
Tradisi mengunyah sirih pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Melayu di berbagai wilayah Nusantara. Daun sirih dipadukan dengan pinang, kapur, gambir, dan bahan lainnya, kemudian disuguhkan kepada tamu sebagai lambang persahabatan serta penghormatan. Bukan sekadar suguhan, pemberian sirih mencerminkan niat baik tuan rumah untuk menjalin hubungan yang harmonis.
Di Jambi, kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi inspirasi lahirnya Tari Sekapur Sirih. Tarian ini mulai dikenal luas pada paruh kedua abad ke-20 sebagai tari penyambutan resmi yang mewakili identitas budaya Melayu Jambi. Sejak saat itu, Tari Sekapur Sirih terus dipentaskan dalam berbagai acara kenegaraan, penyambutan tamu penting, hingga festival budaya.
Dalam pertunjukannya, para penari tampil mengenakan busana adat Melayu Jambi yang didominasi warna merah dan emas. Warna merah melambangkan keberanian serta kemuliaan, sedangkan warna emas menggambarkan kehormatan, kemakmuran, dan keagungan budaya Melayu. Busana tersebut diperkaya dengan berbagai aksesori tradisional yang membuat penampilan penari tampak anggun dan berwibawa.
Jumlah penari biasanya terdiri atas beberapa perempuan yang bergerak serempak, didampingi penari laki-laki sebagai pengawal atau pembawa unsur pelengkap pertunjukan. Salah satu bagian paling ditunggu adalah ketika seorang penari membawa cerano atau wadah berisi sirih untuk dipersembahkan kepada tamu kehormatan. Adegan inilah yang menjadi inti filosofi Tari Sekapur Sirih.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB