Di tengah kekayaan budaya Nusantara, Sumatera Selatan memiliki beragam warisan seni yang hingga kini tetap lestari. Salah satu yang paling dikenal adalah Tari Tanggai, sebuah tarian tradisional yang identik dengan penyambutan tamu kehormatan dan prosesi adat masyarakat Palembang. Keindahan gerak yang lembut, kostum yang megah, hingga hiasan kuku panjang berwarna keemasan menjadi ciri khas yang membuat tarian ini mudah dikenali sekaligus memikat siapa saja yang menyaksikannya.
Bagi masyarakat Sumatera Selatan, Tari Tanggai bukan sekadar pertunjukan hiburan. Tarian ini merupakan simbol penghormatan, keramahan, dan kehalusan budi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap gerakan yang ditampilkan mencerminkan tata krama masyarakat Melayu Palembang yang menjunjung tinggi sopan santun dalam menerima tamu. Tak heran apabila Tari Tanggai hampir selalu hadir dalam berbagai acara resmi, penyambutan pejabat, hingga festival budaya yang memperkenalkan identitas daerah kepada dunia.
Popularitas Tari Tanggai juga terus meningkat seiring berkembangnya sektor pariwisata budaya di Indonesia. Wisatawan yang berkunjung ke Palembang sering kali menjadikan pertunjukan tari ini sebagai salah satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Perpaduan musik tradisional, busana adat yang anggun, dan gerakan yang penuh kelembutan menciptakan suasana yang elegan sekaligus sarat nilai budaya.
Sejarah Tari Tanggai dan Filosofi Gerakan yang Sarat Makna
Tari Tanggai berasal dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang sejak masa lampau dikenal sebagai pusat peradaban Melayu dan pernah menjadi jantung Kerajaan Sriwijaya. Sebagai kota perdagangan yang ramai didatangi pedagang dari berbagai penjuru dunia, Palembang memiliki tradisi menyambut tamu dengan penuh penghormatan. Nilai inilah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk seni tari yang berkembang menjadi Tari Tanggai.
Nama "Tanggai" sendiri berasal dari aksesori berupa kuku palsu yang dikenakan oleh para penari. Kuku tersebut biasanya terbuat dari logam berwarna emas dan dipasang pada jari-jari tangan. Bentuknya yang panjang membuat setiap gerakan tangan terlihat lebih indah, anggun, dan berwibawa. Aksesori ini menjadi identitas utama Tari Tanggai sekaligus pembeda dengan tarian tradisional lainnya di Indonesia.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB