Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Seni Budaya
»
Detail Berita


Lenso, Tarian Persahabatan dari Maluku yang Menyatukan Langkah dan Senyuman

Foto: Kata Lenso berasal dari bahasa Portugis yang berarti sapu tangan. Tarian ini lahir pada masa penjajahan bangsa Eropa di Nusantara dan merupakan perpaduan budaya antara budaya lokal Maluku/Minahasa dengan budaya Eropa. Secara historis, tarian ini juga menjadi ajang bagi para muda-mudi, di mana menerima sapu tangan menjadi simbol diterimanya cinta.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Musik pengiring Tari Lenso biasanya berasal dari alat musik tradisional Maluku seperti tifa, totobuang, serta berbagai alat musik modern yang dipadukan untuk menciptakan suasana meriah. Lagu-lagu yang mengiringi pun umumnya bertempo sedang hingga cepat sehingga mampu membangkitkan semangat para penari maupun penonton. Irama musik yang ceria menjadi salah satu alasan mengapa Tari Lenso mudah diterima oleh berbagai kalangan, bahkan sering dipentaskan dalam acara berskala nasional maupun internasional.

Busana penari juga menjadi bagian yang menarik perhatian. Penari perempuan umumnya mengenakan kebaya khas Maluku dengan kain tenun berwarna cerah, sementara penari laki-laki memakai pakaian adat yang dipadukan dengan celana panjang serta penutup kepala tradisional. Dominasi warna merah, putih, kuning, dan emas memberikan kesan elegan sekaligus menggambarkan semangat masyarakat kepulauan yang dinamis dan penuh keceriaan.

Dari Tradisi Pergaulan hingga Menjadi Ikon Budaya Maluku

Dalam kehidupan masyarakat Maluku tempo dulu, Tari Lenso memiliki fungsi sosial yang sangat penting. Di berbagai desa, tarian ini menjadi bagian dari pesta rakyat setelah musim panen, upacara adat, maupun perayaan keagamaan tertentu. Masyarakat berkumpul di lapangan atau halaman rumah adat untuk menari bersama sambil menikmati alunan musik tradisional. Suasana yang tercipta bukan sekadar hiburan, melainkan juga mempererat hubungan antarkeluarga dan antarkampung.

Pada masa itu, interaksi antara pemuda dan pemudi memiliki aturan adat yang cukup ketat. Tari Lenso menjadi salah satu ruang sosial yang memungkinkan mereka saling mengenal dengan cara yang santun. Melalui tarian, komunikasi berlangsung tanpa perlu banyak kata. Senyuman, gerakan tangan, dan irama langkah menjadi bahasa yang mencerminkan rasa hormat serta keramahan. Oleh karena itu, Tari Lenso sering disebut sebagai tarian pergaulan masyarakat Maluku.

Seiring perkembangan zaman, fungsi tersebut mulai bergeser. Kini Tari Lenso lebih sering dipentaskan sebagai pertunjukan budaya, penyambutan tamu, festival seni, hingga promosi pariwisata. Meski mengalami perubahan fungsi, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan. Tarian ini masih menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan keterbukaan masyarakat Maluku kepada siapa pun yang datang berkunjung.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Tag Berita :

Sorotan


Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Baca Juga

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Berita Lainnya

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua