Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Desa Wisata
»
Detail Berita


Keunikan Rumah Adat dan Budaya di Desa Wisata Sade, Nusa Tenggara Barat

Foto: Desa Wisata Sade berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Pemasangan Iklan
Oleh : Anne Marie Heidija

Lombok Tengah, Indonesianer.com — Di bagian selatan Pulau Lombok, terdapat sebuah desa wisata yang menjadi salah satu jendela untuk mengenal kehidupan masyarakat Sasak. Desa Wisata Sade berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Lokasinya yang berada di jalur utama menuju kawasan Mandalika membuat desa ini menjadi salah satu destinasi budaya yang paling mudah diakses di Lombok.

Bagi wisatawan yang selama ini mengenal Lombok melalui pantai dan gugusan gili, Desa Sade menawarkan pengalaman yang berbeda.

Di sini, daya tarik utama bukanlah panorama laut, melainkan kehidupan masyarakat, arsitektur tradisional, serta kerajinan tenun yang masih menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari warga.

Desa ini kerap menjadi tujuan wisata budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin mengenal lebih dekat identitas lokal Pulau Lombok.

Arsitektur Tradisional yang Menjadi Identitas Desa

Salah satu hal yang paling menarik perhatian saat memasuki Desa Sade adalah deretan rumah tradisional yang masih dipertahankan. Bangunan-bangunan tersebut umumnya menggunakan bahan alami seperti bambu, kayu, serta atap dari alang-alang.

Jalan-jalan kecil yang menghubungkan rumah-rumah penduduk menciptakan suasana yang berbeda dibandingkan permukiman modern.

Tata ruang desa yang sederhana membuat wisatawan dapat berjalan santai sambil mengamati kehidupan masyarakat setempat.

Selain rumah adat, aktivitas menenun menjadi daya tarik yang sulit dipisahkan dari Desa Sade. Banyak perempuan di desa ini masih memproduksi kain tenun secara tradisional.

Wisatawan dapat melihat langsung proses pembuatan kain, mulai dari persiapan benang hingga menjadi produk siap pakai.

Produk tenun yang dihasilkan kemudian menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat sekaligus bagian penting dari identitas budaya lokal.

Karena itu, kunjungan ke Desa Sade tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Keberadaan rumah adat dan aktivitas kerajinan tersebut menjadikan Desa Sade sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin memahami sisi lain Lombok di luar wisata alam.

Rute Menuju Desa Sade dan Informasi Tiket Masuk

Salah satu keunggulan Desa Sade adalah aksesnya yang relatif mudah. Lokasinya berada di dekat jalan utama yang menghubungkan Kota Praya, Bandara Internasional Lombok, dan kawasan wisata Mandalika.

Dari Bandara Internasional Lombok, perjalanan menuju Desa Sade hanya memerlukan waktu sekitar 15–20 menit dengan jarak kurang lebih 8–10 kilometer. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan sewa, taksi, maupun layanan transportasi daring yang tersedia di kawasan bandara.

Bagi wisatawan yang menginap di Kuta Mandalika, perjalanan menuju Desa Sade juga relatif singkat, sekitar 15 menit berkendara.

Karena berada di jalur wisata utama Lombok bagian selatan, banyak paket perjalanan yang menggabungkan kunjungan ke Desa Sade dengan Pantai Tanjung Aan, Pantai Seger, atau kawasan Mandalika.

Mengenai biaya kunjungan, informasi yang beredar menunjukkan adanya beberapa skema. Sejumlah sumber menyebutkan wisatawan dapat berkunjung tanpa tiket masuk tetap dan biasanya memberikan donasi sukarela kepada masyarakat atau pemandu lokal.

Sementara sumber lain menyebutkan biaya kunjungan berkisar antara Rp10.000 hingga Rp30.000 per orang tergantung kebijakan pengelola dan layanan yang digunakan. Karena itu, wisatawan sebaiknya menyiapkan uang tunai dan memeriksa informasi terbaru sebelum berkunjung.

Selama berada di desa, wisatawan biasanya akan didampingi oleh pemandu lokal yang menjelaskan berbagai aspek kehidupan masyarakat, fungsi bangunan tradisional, serta aktivitas kerajinan yang berlangsung di lingkungan desa. Pendampingan ini membantu pengunjung memahami konteks budaya yang mereka lihat secara langsung.

Desa Wisata Sade menunjukkan bahwa daya tarik sebuah destinasi tidak selalu berasal dari kemegahan bangunan atau teknologi modern.

Kehidupan masyarakat yang berjalan secara alami, keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun, dan kemampuan menjaga identitas lokal justru menjadi nilai yang semakin dicari wisatawan saat ini. Di tengah perubahan yang terus berlangsung,

Desa Sade mengingatkan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber inspirasi yang tetap relevan untuk masa depan. (*)

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Pilihan Redaksi

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Baca Juga

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Kuliner

Sate Lilit Bali dan Keunikan Teknik Memasak Tradisional Pulau Dewata

Sate Lilit Bali dan Keunikan Teknik Memasak Tradisional Pulau Dewata

Kuliner

Nasi Goreng, Hidangan Rumahan yang Menjadi Ikon Kuliner Indonesia

Nasi Goreng, Hidangan Rumahan yang Menjadi Ikon Kuliner Indonesia

Kuliner

Mie Aceh dan Pengaruh Jalur Perdagangan terhadap Kuliner Serambi Mekkah

Mie Aceh dan Pengaruh Jalur Perdagangan terhadap Kuliner Serambi Mekkah

Kuliner

Berita Lainnya

Tinutuan Manado, Bubur Sehat dengan Jejak Budaya Khas Sulawesi Utara

Tinutuan Manado, Bubur Sehat dengan Jejak Budaya Khas Sulawesi Utara

Kuliner

Dr Agus Ujianto Kembali Dipercaya Nahkodai Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Dr Agus Ujianto Kembali Dipercaya Nahkodai Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Inspirasi

Ayam Betutu Khas Bali, Kuliner Upacara dengan Cita Rasa Pedas Mendalam

Ayam Betutu Khas Bali, Kuliner Upacara dengan Cita Rasa Pedas Mendalam

Kuliner

Perguruan Tinggi Swasta Dituntut Lebih Agresif dan Inovatif Menarik Calon Mahasiswa Baru

Perguruan Tinggi Swasta Dituntut Lebih Agresif dan Inovatif Menarik Calon Mahasiswa Baru

Edukasi

Strategi Efektif Meningkatkan Omzet UMKM Lewat Advertorial Media Online

Strategi Efektif Meningkatkan Omzet UMKM Lewat Advertorial Media Online

Ekonomi

Benteng Kolonial
Lihat Semua