Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Desa Wisata
»
Detail Berita


Menjelajah Alam dan Budaya Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Foto: Letak geografis Tamansari menjadi salah satu keunggulan utamanya
Pasang Iklan
Oleh : Anne Marie Heidija

Banyuwangi, Indonesianer.com — Desa Wisata Tamansari terletak di Kecamatan Licin, Banyuwangi, dengan pemandangan alam yang memukau dan udara sejuk di kaki Gunung Ijen.

Desa ini menawarkan pengalaman wisata yang autentik dengan homestay-homestay tradisional, perkebunan kopi, dan panorama alam yang memesona. Masyarakatnya yang ramah akan membuat Anda merasa seperti di rumah sendiri.

Di kaki Gunung Ijen yang terkenal dengan fenomena blue fire-nya, terdapat sebuah desa wisata yang menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Banyuwangi.

Desa Wisata Tamansari berada di Kecamatan Licin, sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi, dan dikenal sebagai gerbang menuju berbagai destinasi unggulan di kawasan Ijen.

Desa ini berkembang sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang memadukan keindahan alam, budaya lokal, serta berbagai produk ekonomi kreatif.

Berkat pengelolaan yang melibatkan warga secara aktif, Tamansari berhasil menjadi salah satu desa wisata yang dikenal secara nasional dan pernah masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan sekaligus mengenal kehidupan masyarakat Banyuwangi lebih dekat, Tamansari menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di destinasi wisata massal.

Desa Wisata di Kaki Gunung Ijen

Letak geografis Tamansari menjadi salah satu keunggulan utamanya. Berada di kawasan lereng Gunung Ijen, desa ini memiliki udara yang relatif sejuk dengan panorama pegunungan yang hijau.

Keindahan alam tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari suasana perkotaan.

Selain menjadi jalur menuju Kawah Ijen, Tamansari juga memiliki sejumlah atraksi wisata yang menarik. Wisatawan dapat menemukan pemandian alami, kawasan hutan pinus, perkebunan kopi, hingga berbagai titik yang menawarkan pemandangan alam khas Banyuwangi.

Potensi budaya juga menjadi bagian penting dari identitas desa ini. Masyarakat setempat masih menjaga berbagai tradisi dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas kawasan Banyuwangi.

Kehadiran homestay yang dikelola warga memungkinkan wisatawan merasakan suasana pedesaan secara lebih dekat.

Tidak hanya itu, berbagai produk UMKM seperti kopi, makanan olahan, dan kerajinan lokal turut menjadi bagian dari pengalaman wisata di Tamansari.

Kehadiran sektor ekonomi kreatif tersebut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung.

Rute Menuju Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Desa Wisata Tamansari beralamat di Dusun Jambu, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Lokasinya berada sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi dengan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Bagi wisatawan yang datang melalui Bandara Banyuwangi, perjalanan menuju Tamansari dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam melalui jalur menuju Kecamatan Licin.

Sementara itu, wisatawan yang menggunakan kereta api dapat turun di Stasiun Banyuwangi Kota atau Stasiun Karangasem, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan sewa atau transportasi daring menuju kawasan Tamansari.

Akses jalan menuju desa relatif baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena lokasinya berada di jalur wisata menuju Kawah Ijen, petunjuk arah menuju Tamansari cukup mudah ditemukan sepanjang perjalanan.

Berdasarkan data yang diverifikasi oleh Dinas Pariwisata, harga tiket masuk Desa Wisata Tamansari saat ini berkisar Rp7.500 per orang pada hari biasa dan Rp10.000 per orang pada akhir pekan.

Jam operasional umumnya dimulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Tarif dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola.

Selain tiket masuk reguler, beberapa paket wisata khusus seperti homestay, tur perkebunan kopi, wisata budaya, maupun kegiatan pendampingan menuju kawasan wisata sekitar Ijen biasanya memiliki biaya tambahan yang disesuaikan dengan jenis layanan yang dipilih wisatawan.

Desa Wisata Tamansari menunjukkan bahwa sebuah desa dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan tanpa kehilangan identitas lokalnya. Keindahan alam pegunungan, keterlibatan masyarakat, dan kemampuan mengelola potensi desa secara berkelanjutan menjadi fondasi utama keberhasilannya.

Di tengah tren wisata yang semakin mencari pengalaman autentik, Tamansari mengingatkan bahwa pesona sebuah perjalanan sering kali tidak hanya ditemukan di tujuan akhir, tetapi juga dalam interaksi dengan alam, budaya, dan masyarakat yang menjaganya dengan penuh kebanggaan. (*)

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Pilihan Redaksi

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Baca Juga

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Berita Lainnya

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Kuliner

Sate Lilit Bali dan Keunikan Teknik Memasak Tradisional Pulau Dewata

Sate Lilit Bali dan Keunikan Teknik Memasak Tradisional Pulau Dewata

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua