Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Nusa Tenggara Timur
»
Benteng Kolonial


Reruntuhan Benteng Fort Henricus di Pulau Solor, Nusa Tenggara Timur

Foto: Benteng Lohayong dibangun pada 1613 dan dinamai sesuai Pangeran Frederick Hendrik dari Belanda
Warta Konsumen Indonesia

Flores Timur, Indonesianer.com -- Benteng Fort Henricus, yang juga dikenal sebagai Benteng Lohayong, adalah benteng peninggalan VOC yang terletak di Desa Lohayong, ujung barat laut Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dibangun pada 1613 dan dinamai sesuai Pangeran Frederick Hendrik dari Belanda.

Benteng Fort Henricus atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Benteng Lohayong merupakan salah satu peninggalan kolonial yang menyimpan kisah panjang tentang perebutan pengaruh bangsa Eropa di kawasan timur Nusantara. Berlokasi di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, benteng ini menjadi saksi perjalanan sejarah perdagangan rempah, penyebaran agama, hingga persaingan antara Portugis dan Belanda selama berabad-abad. Meskipun tidak sepopuler benteng-benteng kolonial di Maluku atau Jawa, Fort Henricus menawarkan pengalaman wisata sejarah yang unik karena berdiri di kawasan pesisir dengan panorama laut yang memukau serta lingkungan budaya masyarakat Solor yang masih lestari.

Keberadaan benteng ini memperlihatkan bahwa Pulau Solor pernah menjadi wilayah yang sangat strategis dalam jalur pelayaran internasional. Dari lokasi inilah berbagai aktivitas perdagangan dan pertahanan dijalankan untuk menguasai lalu lintas laut di kawasan Laut Flores dan sekitarnya. Kini, sisa-sisa bangunan benteng yang masih kokoh menjadi pengingat bahwa wilayah kecil di timur Indonesia pernah memiliki peran penting dalam sejarah dunia maritim.

Benteng Strategis yang Menjadi Arena Persaingan Bangsa Eropa

Pulau Solor telah dikenal sejak abad ke-16 sebagai salah satu titik penting dalam jalur perdagangan cendana dari Pulau Timor. Kayu cendana pada masa itu merupakan komoditas bernilai tinggi yang banyak diminati pedagang dari Eropa maupun Asia. Kondisi tersebut menarik perhatian Portugis yang kemudian membangun benteng pertahanan di wilayah Lohayong sebagai pusat aktivitas perdagangan sekaligus penyebaran agama Katolik.

Benteng pertama di kawasan ini dibangun oleh Portugis sekitar pertengahan abad ke-16. Selain berfungsi sebagai benteng pertahanan, kawasan tersebut juga berkembang menjadi pusat permukiman, tempat ibadah, gudang penyimpanan barang dagangan, hingga pelabuhan kecil yang ramai disinggahi kapal-kapal layar.

Namun, dominasi Portugis tidak berlangsung selamanya. Persaingan dengan Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) semakin memanas seiring meningkatnya kepentingan perdagangan di kawasan timur Nusantara. Setelah melalui berbagai konflik dan pertempuran, Belanda akhirnya berhasil merebut benteng tersebut pada tahun 1613.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua