Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Maluku
»
Benteng Kolonial


Mengunjungi Reruntuhan Benteng Vollenhoven Pulau Kisar, Jejak Kolonial di Ujung Barat Daya Maluku

Foto: Benteng Vollenhoven menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi wisatawan pecinta sejarah, fotografi, maupun penjelajah budaya
Warta Konsumen Indonesia

Maluku Barat Daya, Indonesianer.com -- Benteng Vollenhoven (sering juga ditulis Volen Haven atau Folendhaven) adalah salah satu benteng peninggalan VOC di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Terletak di kawasan Pelabuhan Nama, benteng ini dibangun pada 15 Mei 1777 dan berfungsi sebagai fasilitas pertahanan pelabuhan dan gudang logistik.

Pulau Kisar di Kabupaten Maluku Barat Daya menyimpan banyak kisah yang belum banyak dikenal wisatawan. Selain terkenal dengan pantai berpasir putih, laut biru jernih, dan budaya masyarakatnya yang unik, pulau kecil di perbatasan Indonesia dan Timor-Leste ini juga memiliki peninggalan sejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang kawasan timur Nusantara. Salah satu warisan bersejarah tersebut adalah Benteng Vollenhoven, sebuah benteng kolonial yang hingga kini masih berdiri meski telah melewati pergantian zaman selama ratusan tahun. Keberadaannya bukan sekadar bangunan tua, melainkan pengingat bahwa Pulau Kisar pernah menjadi bagian penting dalam jalur perdagangan dan pertahanan di kawasan Laut Banda.

Benteng Vollenhoven menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi wisatawan pecinta sejarah, fotografi, maupun penjelajah budaya. Letaknya yang berada di pulau terluar Indonesia justru menghadirkan daya tarik tersendiri. Di balik dinding batu yang mulai lapuk, tersimpan cerita tentang persaingan bangsa-bangsa Eropa, aktivitas perdagangan rempah, hingga kehidupan masyarakat lokal yang berinteraksi dengan berbagai pengaruh asing selama berabad-abad. Mengunjungi benteng ini memberikan pengalaman berbeda karena wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam Pulau Kisar, tetapi juga dapat memahami bagaimana sejarah membentuk wajah kawasan perbatasan Indonesia saat ini.

Dari Benteng VOC hingga Menjadi Penanda Sejarah Pulau Kisar

Sejarah Pulau Kisar tidak dapat dilepaskan dari kedatangan bangsa Eropa ke wilayah Maluku. Sejak abad ke-17, kawasan ini mulai menarik perhatian karena posisinya yang strategis di jalur pelayaran antara Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara, dan Australia bagian utara. Meski Pulau Kisar bukan penghasil rempah utama seperti Banda atau Ternate, lokasinya sangat penting sebagai titik pengawasan lalu lintas kapal dagang dan armada militer.

Sebelum dikuasai Belanda, Pulau Kisar sempat menjadi wilayah yang diperebutkan oleh bangsa Portugis dan Belanda. Persaingan tersebut merupakan bagian dari perebutan pengaruh di Kepulauan Maluku yang kala itu menjadi pusat perdagangan dunia. Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) akhirnya memperkuat kekuasaannya dengan membangun berbagai fasilitas pertahanan, termasuk benteng di Pulau Kisar.

Benteng yang kini dikenal sebagai Benteng Vollenhoven pada mulanya memiliki fungsi sebagai pusat pertahanan sekaligus pos administrasi kolonial. Dari lokasi ini, VOC mengawasi aktivitas pelayaran, mengendalikan hubungan dagang dengan masyarakat setempat, serta mempertahankan wilayahnya dari ancaman kekuatan Eropa lain maupun kelompok perompak yang kerap melintas di perairan timur Nusantara.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua