Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Heritage Nusantara
»
Detail Berita


Keraton Kadriyah Pontianak, Jejak Kesultanan di Tepian Kapuas

Foto: Keraton Kadriyah menjadi salah satu bukti penting bagaimana jalur sungai berperan besar dalam perkembangan peradaban di Kalimantan.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Pontianak, Indonesianer.com -- Keraton Kadriyah Pontianak dibangun dan berdiri secara bertahap dalam rentang waktu antara tahun 1771 dan 1778 Masehi. Proses pembangunannya diprakarsai oleh Sultan pertama, yaitu Sayyid Syarif Abdurrahman Al-Qadrie.

Di pertemuan dua sungai besar, Sungai Kapuas dan Sungai Landak, berdiri sebuah istana yang menjadi saksi lahirnya Kota Pontianak dan perkembangan salah satu kesultanan penting di Kalimantan Barat. Keraton Kadriyah Pontianak merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak yang didirikan pada akhir abad ke-18 dan hingga kini tetap menjadi simbol sejarah serta budaya Melayu di wilayah tersebut.

Berbeda dengan banyak kerajaan Nusantara yang berkembang dari pusat-pusat kekuasaan lama, Kesultanan Pontianak lahir dari sebuah kawasan yang saat itu masih berupa hutan dan wilayah sungai. Dari tempat inilah kemudian tumbuh sebuah kota yang berkembang menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Oleh karena itu, sejarah Keraton Kadriyah tidak hanya berkaitan dengan perjalanan sebuah kesultanan, tetapi juga erat dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak itu sendiri.

Keraton Kadriyah menjadi salah satu bukti penting bagaimana jalur sungai berperan besar dalam perkembangan peradaban di Kalimantan. Selama berabad-abad, sungai menjadi urat nadi transportasi, perdagangan, dan komunikasi masyarakat. Tidak mengherankan jika pusat pemerintahan kesultanan dibangun di tepian sungai yang strategis dan mudah diakses dari berbagai wilayah pedalaman maupun pesisir.

Hingga kini, keraton masih berdiri di kawasan yang sama seperti ketika pertama kali dibangun. Keberadaannya menjadi pengingat akan masa ketika Pontianak tumbuh sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan yang menghubungkan berbagai komunitas di Kalimantan Barat.

Berdirinya Kesultanan Pontianak dan Lahirnya Sebuah Kota

Sejarah Keraton Kadriyah tidak dapat dipisahkan dari tokoh pendiri Kesultanan Pontianak, yaitu Syarif Abdurrahman Al Kadri. Ia merupakan seorang bangsawan keturunan Arab-Melayu yang memiliki hubungan dengan berbagai pusat kekuasaan di wilayah Nusantara.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Menyusuri Tradisi Leluhur di Desa Wisata Wae Rebo Nusa Tenggara Timur

Menyusuri Tradisi Leluhur di Desa Wisata Wae Rebo Nusa Tenggara Timur

Desa Wisata

Mengenal Desa Wisata Pentingsari, Destinasi Edukasi dan Petualangan Keluarga di Lereng Merapi

Mengenal Desa Wisata Pentingsari, Destinasi Edukasi dan Petualangan Keluarga di Lereng Merapi

Desa Wisata

Tradisi Bau Nyale, Festival Mencari Cacing Laut dalam Legenda Putri Mandalika

Tradisi Bau Nyale, Festival Mencari Cacing Laut dalam Legenda Putri Mandalika

Festival Budaya

Erau Kutai Kartanegara, Festival Kerajaan Tertua di Indonesia

Erau Kutai Kartanegara, Festival Kerajaan Tertua di Indonesia

Festival Budaya

Keindahan Alam dan Budaya di Desa Wisata Nglanggeran yang Mendunia

Keindahan Alam dan Budaya di Desa Wisata Nglanggeran yang Mendunia

Desa Wisata

Pilihan Redaksi

Meriahnya Festival Danau Sentani, Pesta Budaya di Jantung Papua

Meriahnya Festival Danau Sentani, Pesta Budaya di Jantung Papua

Festival Budaya

Festival Pasola Sumba, Tradisi Perang Berkuda yang Mendunia

Festival Pasola Sumba, Tradisi Perang Berkuda yang Mendunia

Festival Budaya

Menjelajahi Pesona Desa Wisata Penglipuran, Desa Terbersih yang Menjadi Kebanggaan Bali

Menjelajahi Pesona Desa Wisata Penglipuran, Desa Terbersih yang Menjadi Kebanggaan Bali

Desa Wisata

Makna Filosofis di Balik Tradisi Sedekah Laut Nusantara

Makna Filosofis di Balik Tradisi Sedekah Laut Nusantara

Humaniora

Ketika Ritual Leluhur Menjadi Penjaga Identitas Komunitas

Ketika Ritual Leluhur Menjadi Penjaga Identitas Komunitas

Humaniora

Baca Juga

Tradisi Lokal Tetap Mampu Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi

Tradisi Lokal Tetap Mampu Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi

Humaniora

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Berita Lainnya

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua