Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
DKI Jakarta
»
Museum


Museum Taman Prasasti Jakarta, Jejak Sejarah Batavia yang Terukir di Batu Nisan

Foto: Museum Taman Prasasti merupakan museum ruang terbuka yang menyimpan berbagai peninggalan pemakaman dari abad ke-18 hingga awal abad ke-20.
Pedoman Media Siber

Jakarta, Indonesianer.com -- Museum Taman Prasasti atau Museum Prasasti adalah sebuah museum yang terletak di Jakarta, Indonesia. Museum ini dulunya merupakan pemakaman yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1795 sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para bangsawan Belanda.

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang identik dengan gedung pencakar langit dan lalu lintas yang padat, terdapat sebuah museum yang menawarkan pengalaman berbeda dari kebanyakan museum di Indonesia. Museum Taman Prasasti bukanlah museum yang dipenuhi artefak kerajaan, koleksi arkeologi, atau benda-benda etnografi. Sebaliknya, museum ini menghadirkan kisah sejarah melalui ratusan batu nisan, monumen pemakaman, patung, dan prasasti yang berasal dari masa kolonial. Berlokasi di Jalan Tanah Abang I, Gambir, Jakarta Pusat, museum ini menjadi salah satu situs sejarah paling unik di Indonesia karena berdiri di atas bekas kompleks pemakaman kolonial yang pernah menjadi tempat peristirahatan terakhir para pejabat, tokoh militer, ilmuwan, hingga bangsawan Eropa yang hidup di Batavia.

Museum Taman Prasasti merupakan museum ruang terbuka yang menyimpan berbagai peninggalan pemakaman dari abad ke-18 hingga awal abad ke-20. Keberadaannya memberikan gambaran yang jarang ditemukan di tempat lain mengenai kehidupan masyarakat kolonial, perkembangan seni pemakaman, serta dinamika sosial Batavia pada masa Hindia Belanda. Karena karakteristiknya yang unik, museum ini sering disebut sebagai salah satu museum pemakaman paling menarik di Asia Tenggara.

Sejarah kawasan ini bermula pada akhir abad ke-18 ketika pemerintah kolonial Belanda menghadapi berbagai wabah penyakit yang melanda Batavia. Tingginya angka kematian menyebabkan kompleks pemakaman di sekitar gereja-gereja kota tidak lagi mampu menampung jenazah. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah kolonial membuka area pemakaman baru yang dikenal sebagai Kebon Jahe Kober pada tahun 1795. Pemakaman ini kemudian resmi digunakan pada 1797 dan menjadi tempat pemakaman utama bagi kalangan Eropa serta kelompok masyarakat tertentu yang memiliki status sosial tinggi di Batavia.

Lokasi pemakaman dipilih di luar pusat kota lama Batavia yang saat itu dianggap tidak sehat akibat kondisi lingkungan dan wabah penyakit. Letaknya yang berdekatan dengan Kali Krukut juga memudahkan proses pengangkutan jenazah menggunakan perahu dari pusat kota menuju area pemakaman. Selama hampir dua abad, ribuan orang dimakamkan di kawasan ini sehingga menjadikannya salah satu kompleks pemakaman kolonial terbesar yang pernah ada di Jakarta.

Perubahan besar terjadi pada dekade 1970-an ketika sebagian besar lahan pemakaman dialihfungsikan untuk pembangunan kawasan pemerintahan. Banyak makam dipindahkan, sementara sebagian batu nisan dan monumen bersejarah diselamatkan untuk tujuan pelestarian. Pada 9 Juli 1977, kawasan tersebut secara resmi diresmikan sebagai Museum Taman Prasasti oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Sejak saat itu, tempat ini tidak lagi berfungsi sebagai pemakaman, melainkan sebagai museum yang menjaga warisan sejarah kolonial Jakarta.

Koleksi Batu Nisan yang Menceritakan Sejarah Batavia

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Fauna

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Flora

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata

Pilihan Redaksi

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata

Baca Juga

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Peristiwa

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geoheritage

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Purbakala

Berita Lainnya

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Tradisi

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua