Selain Owa Jawa, kawasan ini juga menjadi rumah bagi Macan Tutul Jawa. Macan tutul merupakan predator puncak yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Karena sifatnya yang pemalu dan hidup di hutan lebat, satwa ini sangat jarang terlihat secara langsung. Namun berbagai penelitian menggunakan kamera jebak menunjukkan bahwa populasi macan tutul masih bertahan di kawasan Halimun Salak. Keberadaan predator besar tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem taman nasional masih berfungsi dengan baik.
Kekayaan Flora yang Luar Biasa
Hutan Halimun Salak memiliki ribuan jenis tumbuhan yang hidup di berbagai ketinggian. Vegetasi kawasan ini didominasi pohon-pohon besar khas hutan hujan tropis, berbagai jenis anggrek liar, tumbuhan paku, lumut, dan tanaman obat.
Pada kawasan tertentu ditemukan spesies tumbuhan endemik yang hanya hidup di Pulau Jawa. Keanekaragaman flora tersebut menjadi fondasi penting bagi seluruh rantai kehidupan di taman nasional. Banyak penelitian botani dilakukan di kawasan ini untuk mempelajari kekayaan tumbuhan pegunungan tropis.
Air Terjun dan Sungai yang Menakjubkan
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:17 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 8:52 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 20:08 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:45 WIB