Sementara itu, kata "ageng" berarti besar atau agung. Nama tersebut menggambarkan kemuliaan upacara pernikahan yang dianggap sebagai salah satu peristiwa paling penting dalam kehidupan seseorang. Karena itulah, seluruh unsur busana dirancang untuk memancarkan kemegahan tanpa meninggalkan kesan anggun dan santun.
Busana pengantin pria umumnya berupa beskap beludru hitam yang dipadukan dengan kain batik bermotif klasik, keris di bagian belakang, serta berbagai aksesori kerajaan. Warna hitam pada beskap melambangkan keteguhan, kewibawaan, dan tanggung jawab seorang suami sebagai pemimpin keluarga. Keris yang dikenakan bukan sekadar pelengkap busana, tetapi juga simbol keberanian, kehormatan, dan kesiapan melindungi keluarga.
Sementara itu, pengantin perempuan mengenakan dodot atau kain panjang bermotif batik klasik yang dililitkan dengan teknik khusus. Pada bagian dada dikenakan kemben, sedangkan berbagai perhiasan emas menghiasi tubuh mulai dari kepala hingga kaki. Semua aksesori tersebut memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan harapan akan kehidupan rumah tangga yang makmur, harmonis, dan penuh keberkahan.
Salah satu daya tarik terbesar Paes Ageng terletak pada tata rias wajahnya. Rias paes dibuat dengan ketelitian tinggi karena setiap lekukan memiliki nama dan filosofi tersendiri. Bentuk paes melambangkan kemampuan manusia mengendalikan hawa nafsu serta menjaga keseimbangan antara pikiran, perasaan, dan tindakan.
Rambut pengantin perempuan disanggul dalam bentuk khas yang kemudian dihiasi rangkaian bunga melati segar. Harum bunga melati dipercaya melambangkan kesucian, ketulusan, dan keharuman nama keluarga yang harus dijaga setelah memasuki kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.
Perhiasan kepala berupa cunduk mentul menjadi salah satu ikon yang paling mudah dikenali. Hiasan berwarna emas tersebut akan bergerak lembut mengikuti langkah pengantin sehingga menciptakan kesan hidup dan anggun. Selain mempercantik penampilan, cunduk mentul juga melambangkan harapan agar kehidupan rumah tangga selalu dinamis namun tetap harmonis.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB