Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Musik Tradisional
»
Detail Berita


Melodi Sunyi dari Tanah Bugis, Menyelami Keunikan Alat Musik Keso-Keso dari Sulawesi Selatan

Foto: Keso-keso umumnya memiliki dua atau tiga dawai (senar) yang terbuat dari serat pohon enau, kawat, atau benang nilon.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Keso-keso merupakan alat musik tradisional yang berkembang di kalangan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Nama "keso-keso" berasal dari cara memainkan alat musik tersebut, yakni digesek menggunakan busur khusus yang menghasilkan bunyi dari getaran dawai. Dalam bahasa daerah, penamaan semacam ini cukup umum karena sering kali menggambarkan teknik memainkan alat musik itu sendiri.

Secara bentuk, Keso-keso memiliki ukuran yang relatif kecil sehingga mudah dibawa. Badannya biasanya dibuat dari kayu pilihan yang dipahat secara manual. Bagian resonatornya dibuat menyerupai tabung atau kotak kecil yang berfungsi memperkuat suara. Di atas badan alat musik dipasang satu atau dua senar yang dahulu dibuat dari serat alami atau usus hewan, meskipun kini sebagian pengrajin menggunakan kawat logam atau senar sintetis agar lebih tahan lama.

Busur penggeseknya juga dibuat secara tradisional menggunakan batang kayu lentur yang direntangkan dengan rambut ekor kuda atau serat tertentu. Saat busur digerakkan melintasi senar, getaran akan diteruskan ke badan resonator sehingga menghasilkan bunyi yang khas.

Meskipun konstruksinya tampak sederhana, pembuatan Keso-keso membutuhkan keterampilan tinggi. Seorang pembuat harus memahami karakter kayu yang digunakan karena jenis kayu sangat memengaruhi kualitas suara. Kayu yang terlalu lunak akan menghasilkan resonansi kurang baik, sedangkan kayu yang terlalu keras dapat membuat suara terdengar kaku.

Seluruh proses pembuatan biasanya masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan tradisional. Mulai dari memahat badan alat, membentuk leher instrumen, memasang pasak penyetel senar, hingga menyempurnakan permukaannya dilakukan dengan penuh ketelitian. Tidak mengherankan apabila setiap Keso-keso memiliki karakter suara yang sedikit berbeda sesuai sentuhan pembuatnya.

Dalam kehidupan masyarakat Bugis pada masa lalu, Keso-keso tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Instrumen ini sering dimainkan untuk mengiringi pertunjukan seni, pembacaan syair tradisional, hingga berbagai kegiatan adat. Alunan melodinya yang lembut dianggap mampu memperkuat suasana emosional dalam sebuah pertunjukan.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Baca Juga

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Berita Lainnya

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua