Pelestarian Tahuri juga berkaitan erat dengan kelestarian lingkungan laut. Kerang sebagai bahan utama merupakan bagian dari ekosistem pesisir yang harus dijaga. Karena itu, berbagai komunitas budaya mulai mengampanyekan penggunaan bahan yang diperoleh secara bertanggung jawab serta menghindari eksploitasi berlebihan terhadap populasi kerang di alam.
Kesadaran tersebut menunjukkan bahwa menjaga budaya tidak dapat dipisahkan dari menjaga lingkungan. Jika habitat laut rusak, bahan baku Tahuri pun akan semakin sulit diperoleh. Oleh sebab itu, pelestarian alat musik ini berjalan beriringan dengan upaya konservasi pesisir dan laut Maluku.
Selain memiliki nilai seni, Tahuri juga mengandung filosofi kebersamaan. Bunyi yang menggema jauh melambangkan ajakan untuk berkumpul, bekerja sama, dan mempererat hubungan antarwarga. Filosofi ini masih sangat relevan hingga sekarang ketika masyarakat menghadapi berbagai tantangan modern yang cenderung membuat hubungan sosial menjadi lebih renggang.
Dalam konteks pariwisata, Tahuri menjadi salah satu identitas budaya yang memperkaya pengalaman wisata di Maluku. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan pantai, pulau-pulau tropis, dan bawah lautnya, tetapi juga dapat mengenal tradisi yang lahir dari kehidupan masyarakat pesisir.
Pertunjukan Tahuri sering menjadi momen yang paling diingat oleh wisatawan karena menghadirkan pengalaman yang berbeda dari daerah lain di Indonesia. Suaranya yang kuat, berpadu dengan semangat para penampil, menciptakan suasana yang sulit dilupakan.
Ke depan, peluang pengembangan Tahuri masih sangat besar. Kolaborasi antara seniman tradisional, institusi pendidikan, komunitas budaya, dan pelaku pariwisata dapat memperluas ruang hidup alat musik ini. Dokumentasi digital, penelitian akademis, hingga promosi melalui festival internasional akan membantu memperkenalkan Tahuri kepada masyarakat dunia.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB