Bunyi tertentu dapat mengisyaratkan bahwa sebuah perahu telah tiba di pantai, masyarakat diminta berkumpul, atau sedang berlangsung kegiatan adat. Di beberapa daerah, Tahuri juga dibunyikan sebagai tanda dimulainya upacara tradisional maupun penyambutan tamu penting.
Karena suaranya dapat menjangkau area yang luas, Tahuri menjadi media komunikasi yang sangat efektif sebelum hadirnya pengeras suara maupun perangkat komunikasi modern. Bahkan, setiap pola tiupan dapat memiliki makna yang berbeda sesuai dengan kesepakatan masyarakat setempat.
Tahuri umumnya dibuat dari kerang laut besar, terutama jenis Triton atau kerang terompet yang memiliki rongga alami. Bagian ujung kerang dilubangi secara hati-hati untuk dijadikan tempat meniup. Proses pembuatannya memang terlihat sederhana, tetapi memerlukan ketelitian agar lubang yang dibuat menghasilkan aliran udara yang optimal.
Tidak semua kerang dapat menghasilkan bunyi yang baik. Pengrajin biasanya memilih kerang dengan ukuran tertentu, ketebalan cangkang yang sesuai, serta bentuk spiral yang sempurna. Faktor-faktor tersebut sangat memengaruhi kualitas suara yang dihasilkan.
Cara memainkan Tahuri juga membutuhkan teknik pernapasan yang baik. Pemain harus meniup melalui lubang kecil sambil mengatur tekanan udara dari bibir. Sekilas tekniknya menyerupai memainkan terompet, meskipun Tahuri hanya menghasilkan beberapa variasi nada.
Justru keterbatasan nada itulah yang menjadi ciri khasnya. Tahuri lebih mengutamakan kekuatan bunyi daripada keragaman melodi. Dalam pertunjukan seni, suara Tahuri biasanya dipadukan dengan tifa, gong, totobuang, maupun nyanyian tradisional sehingga menghasilkan harmoni yang megah dan menggugah suasana.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB