Di ujung timur Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terdapat sebuah destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda dari kebanyakan desa wisata di Indonesia. Bukan berada di kawasan pantai atau pegunungan yang telah lama dikenal wisatawan, melainkan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di sinilah Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang tumbuh sebagai simbol berkembangnya pariwisata berbasis masyarakat di kawasan perbatasan.
Berlokasi di Dusun Sebindang, Desa Seriang, Kecamatan Badau, destinasi ini menghadirkan perpaduan antara bentang alam hijau, udara yang sejuk, wahana rekreasi keluarga, serta semangat masyarakat lokal dalam membangun daerahnya. Keberadaannya menjadi bukti bahwa wilayah perbatasan bukan sekadar kawasan lintas negara, tetapi juga memiliki potensi wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Kawasan ini telah terdaftar dalam Jejaring Desa Wisata (JADESTA) Kementerian Pariwisata sebagai desa wisata kategori Mandiri, salah satu kategori tertinggi dalam pengembangan desa wisata di Indonesia.
Nama Bukit Semugang sendiri mulai dikenal luas dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai pemberitaan nasional menyoroti bagaimana kawasan wisata ini dibangun secara bertahap sejak 2018 melalui inisiatif masyarakat setempat. Berawal dari lahan yang dikembangkan menjadi kawasan wisata alam, kini Lembah Bukit Semugang menghadirkan berbagai fasilitas yang menjadikannya salah satu destinasi unggulan di wilayah Badau.
Keistimewaan utama destinasi ini bukan hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga lokasinya yang strategis. Dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Nanga Badau, wisatawan hanya memerlukan waktu sekitar dua puluh menit perjalanan untuk mencapai kawasan wisata. Kedekatan tersebut membuka peluang kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari negara tetangga Malaysia.
Memasuki kawasan wisata, pengunjung akan disambut hamparan ruang terbuka yang luas dengan latar perbukitan hijau. Suasana pedesaan masih sangat terasa karena kawasan ini dikelilingi pepohonan serta lahan yang terus dikembangkan sebagai ruang hijau. Berbeda dengan destinasi wisata yang dipenuhi bangunan permanen, Lembah Bukit Semugang mempertahankan nuansa alam sebagai daya tarik utamanya sehingga pengunjung dapat menikmati suasana yang lebih tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Keasrian lingkungan menjadi nilai lebih yang membuat banyak orang datang untuk sekadar bersantai bersama keluarga. Pada pagi hari, udara terasa segar dengan kabut tipis yang terkadang masih menyelimuti perbukitan. Sementara menjelang sore, cahaya matahari menciptakan panorama yang indah ketika menyinari hamparan hijau di sekitar kawasan wisata.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB