Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Benteng Kolonial
»
Detail Berita


Menyusuri Jejak Sejarah Fort Van der Capellen, Benteng Kolonial yang Menjadi Ikon Kota Batusangkar

Foto: Dindingnya sangat tebal, mencapai 75 cm hingga 4 meter, serta dikelilingi oleh parit dan tanggul pertahanan. Komplek ini merupakan gabungan dari empat bangunan utama dengan lorong berbentuk setengah lingkaran dan dilengkapi ruang penjara
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Batusangkar, Indonesianer.com -- Benteng Fort van der Capellen adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Dibangun pada 1822 untuk menghadapi Kaum Padri, benteng ini dinamai dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Godert Alexander Gerard Philip baron van der Capellen.

Di jantung Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang telah menyaksikan berbagai babak perjalanan bangsa selama hampir dua abad. Benteng ini dikenal dengan nama Fort Van der Capellen, salah satu peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Berbeda dengan benteng-benteng pesisir yang dibangun untuk mempertahankan jalur perdagangan laut, Fort Van der Capellen hadir sebagai simbol penguasaan Belanda atas wilayah pedalaman Minangkabau setelah berakhirnya Perang Padri.

Kini, kawasan benteng tidak lagi dipenuhi suara dentuman meriam atau langkah pasukan bersenjata. Sebaliknya, suasananya berubah menjadi ruang publik yang tenang dengan pepohonan rindang, bangunan kolonial yang terawat, serta lingkungan yang sarat nilai sejarah. Kehadirannya menjadi daya tarik wisata sejarah sekaligus pengingat bahwa setiap bangunan tua menyimpan kisah panjang yang membentuk perjalanan Indonesia.

Lokasinya yang berada di pusat Kota Batusangkar juga membuat Fort Van der Capellen mudah dikunjungi bersamaan dengan destinasi budaya lain, seperti Istana Pagaruyung dan berbagai situs peninggalan Kerajaan Minangkabau. Karena itu, benteng ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang ingin memahami sejarah Sumatera Barat secara lebih mendalam.

Dari Perang Padri hingga Menjadi Pusat Pemerintahan Kolonial

Fort Van der Capellen dibangun pada tahun 1824 atas perintah pemerintah kolonial Hindia Belanda. Nama benteng ini diambil dari Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang menjabat pada periode 1816–1826. Pembangunan benteng merupakan bagian dari strategi Belanda untuk memperkuat kekuasaan mereka di kawasan pedalaman Minangkabau setelah campur tangan dalam Perang Padri.

Pada awal abad ke-19, wilayah Minangkabau sedang dilanda konflik internal antara Kaum Padri yang menghendaki penerapan ajaran Islam secara lebih ketat dan Kaum Adat yang mempertahankan tradisi lokal. Belanda memanfaatkan situasi tersebut dengan memberikan dukungan militer kepada Kaum Adat. Setelah berhasil memperluas pengaruhnya, pemerintah kolonial mendirikan benteng sebagai markas utama sekaligus pusat administrasi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua