Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Maluku Utara
»
Benteng Kolonial


Jejak Sejarah Benteng Tahula, Pertahanan Spanyol di Perairan Maluku Utara

Foto: Berfungsi sebagai benteng pertahanan Spanyol sebelum akhirnya digunakan sebagai tempat tinggal bagi keluarga Kesultanan Tidore pada masa pemerintahan Sultan Hamzah Fahroedin
Warta Konsumen Indonesia

Tidore, Indonesianer.com -- Benteng Tahula (atau Tohula) adalah benteng pertahanan bersejarah peninggalan bangsa Spanyol yang dibangun sekitar tahun 1610 di Pulau Tidore, Maluku Utara. Berdiri di atas bukit karang yang strategis, benteng ini berfungsi untuk mengawasi lalu lintas perdagangan rempah dan sebagai basis pertahanan.

Benteng Tahula merupakan salah satu peninggalan sejarah kolonial yang masih berdiri di kawasan Kepulauan Sangihe, tepatnya di Pulau Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Meski tidak sepopuler benteng-benteng kolonial di Maluku atau Jawa, keberadaan Benteng Tahula menyimpan kisah panjang tentang persaingan bangsa-bangsa Eropa dalam memperebutkan jalur perdagangan rempah di kawasan timur Nusantara. Benteng ini menjadi saksi bisu pergantian kekuasaan, hubungan antara kerajaan lokal dengan bangsa asing, hingga dinamika sosial masyarakat pesisir yang berkembang selama berabad-abad.

Bagi wisatawan yang menyukai wisata sejarah, Benteng Tahula menawarkan pengalaman berbeda. Bangunan yang sederhana namun kokoh ini tidak hanya menghadirkan jejak arsitektur kolonial, tetapi juga menyuguhkan panorama laut lepas yang menjadi bagian penting dari alasan mengapa benteng tersebut dibangun. Dari lokasi benteng, pengunjung dapat membayangkan bagaimana kapal-kapal dagang dahulu berlayar melintasi Laut Sulawesi sambil membawa pala, cengkih, dan berbagai komoditas berharga lainnya.

Nama "Tahula" sendiri berasal dari nama kawasan tempat benteng ini berdiri. Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur pelayaran yang menghubungkan Kepulauan Maluku, Filipina bagian selatan, hingga wilayah utara Sulawesi. Pada masa perdagangan rempah-rempah, kawasan ini menjadi salah satu titik penting yang diperebutkan berbagai kekuatan kolonial.

Benteng Tahula dibangun oleh bangsa Spanyol pada awal abad ke-17 ketika mereka berusaha memperkuat pengaruhnya di wilayah utara Nusantara. Saat itu, Spanyol telah memiliki basis kekuasaan di Filipina dan mulai memperluas pengaruhnya ke Kepulauan Sangihe serta Maluku Utara. Tujuannya bukan hanya menguasai jalur perdagangan, tetapi juga menyebarkan agama Katolik sekaligus menghadang dominasi Portugis dan Belanda.

Seiring berjalannya waktu, benteng ini mengalami beberapa kali perubahan fungsi dan kepemilikan. Ketika pengaruh Belanda melalui VOC semakin kuat di kawasan timur Indonesia, Benteng Tahula akhirnya berada di bawah kendali mereka. VOC kemudian melakukan sejumlah perbaikan untuk mempertahankan fungsi benteng sebagai pos pertahanan sekaligus pusat pengawasan lalu lintas laut.

Meskipun ukurannya tidak sebesar Benteng Rotterdam di Makassar atau Benteng Belgica di Banda Neira, Benteng Tahula memiliki desain yang mencerminkan kebutuhan militer pada masanya. Dinding-dinding batu yang tebal dibangun untuk menghadapi serangan dari laut, sementara posisi benteng dibuat menghadap langsung ke arah perairan sehingga setiap kapal yang melintas dapat dipantau dengan mudah.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua