Material utama benteng berasal dari batu karang dan batu alam yang banyak ditemukan di sekitar pesisir. Batu-batu tersebut direkatkan menggunakan campuran kapur, pasir, dan bahan perekat tradisional yang umum digunakan dalam pembangunan benteng kolonial pada masa itu. Hingga kini, sebagian besar struktur utamanya masih dapat dikenali meskipun beberapa bagian telah mengalami kerusakan akibat usia, cuaca tropis, dan gempa bumi yang beberapa kali melanda kawasan Sulawesi Utara.
Di dalam kompleks benteng dahulu terdapat ruang penyimpanan logistik, gudang persenjataan, tempat tinggal prajurit, serta area pengintaian. Kini sebagian besar bangunan tersebut telah berubah menjadi reruntuhan, tetapi denah dasarnya masih dapat dikenali oleh para peneliti maupun wisatawan yang berkunjung.
Keberadaan benteng juga tidak dapat dilepaskan dari sejarah Kerajaan Sangihe. Kerajaan-kerajaan lokal di kawasan ini memiliki hubungan yang dinamis dengan bangsa-bangsa Eropa. Pada satu masa mereka menjalin kerja sama perdagangan, namun di masa lain terjadi konflik akibat perebutan pengaruh politik maupun ekonomi. Benteng Tahula menjadi salah satu titik penting dalam hubungan tersebut.
Selain sebagai pusat pertahanan, benteng ini juga menjadi simbol kekuasaan kolonial. Dari tempat inilah berbagai kebijakan perdagangan diberlakukan, termasuk pengawasan terhadap aktivitas pelayaran masyarakat setempat. Jalur laut yang ramai membuat benteng memiliki nilai strategis yang sangat tinggi pada zamannya.
Warisan Sejarah yang Tetap Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
Memasuki abad ke-19, peran Benteng Tahula sebagai pusat pertahanan mulai berkurang. Perubahan teknologi militer, bergesernya pusat perdagangan, serta semakin stabilnya kondisi politik di kawasan timur Nusantara menyebabkan fungsi benteng perlahan ditinggalkan. Bangunan yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas militer akhirnya lebih banyak difungsikan sebagai pos administratif sebelum benar-benar kehilangan perannya.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB