Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Flora
»
Detail Berita


Anggrek Bulan, Pesona Bunga Nasional Indonesia yang Memikat Dunia

Foto: Spesies ini pertama kali ditemukan di Ambon, Maluku dan tersebar luas secara alami di hutan-hutan berbagai pulau, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Meski terlihat eksklusif, Anggrek Bulan sebenarnya termasuk tanaman yang relatif mudah dipelihara jika memahami kebutuhan dasarnya. Banyak orang mengira tanaman ini sulit dirawat karena sering kali gagal berbunga kembali setelah bunga pertamanya layu. Padahal, sebagian besar kegagalan tersebut disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang sesuai.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pencahayaan. Anggrek Bulan menyukai cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung. Di habitat alaminya, tanaman ini hidup di bawah naungan pepohonan sehingga hanya menerima cahaya yang tersaring oleh tajuk hutan. Paparan sinar matahari yang terlalu terik justru dapat menyebabkan daun terbakar dan tanaman mengalami stres.

Suhu ideal berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan udara yang cukup tinggi. Kondisi seperti ini mudah ditemukan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga Anggrek Bulan sebenarnya sangat cocok dipelihara di pekarangan rumah maupun di dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik.

Media tanam juga berbeda dengan tanaman biasa. Karena merupakan epifit, Anggrek Bulan tidak memerlukan tanah. Sebagai gantinya digunakan media berupa potongan pakis, sabut kelapa, arang kayu, kulit pinus, atau campuran bahan berpori lainnya yang mampu menjaga kelembapan sekaligus memberikan ruang bagi akar untuk bernapas.

Penyiraman dilakukan secukupnya. Media tanam sebaiknya dibiarkan sedikit mengering sebelum disiram kembali agar akar tidak membusuk. Umumnya penyiraman dua hingga tiga kali seminggu sudah cukup, meski frekuensinya dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan lingkungan.

Pemupukan ringan secara berkala membantu merangsang pertumbuhan daun, akar, dan bunga. Pupuk khusus anggrek biasanya diberikan dalam dosis rendah setiap satu atau dua minggu sekali. Ketika tanaman memasuki fase pembungaan, komposisi pupuk dapat disesuaikan agar produksi bunga menjadi lebih optimal.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua