Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Benteng Kolonial
»
Detail Berita


Menyusuri Jejak Benteng Tolukko, Penjaga Sunyi Sejarah Rempah di Maluku

Foto: Mulanya dibangun pada tahun 1522 oleh panglima Portugis bernama Francisco Serrao. Nama benteng ini diambil dari nama penguasa Kesultanan Ternate, yaitu Kaicil Tolukko
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Ternate, Indonesianer.com -- Benteng Tolukko berlokasi di Kelurahan Sangadji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Letaknya sangat strategis di atas bukit batu karang dan menjorok ke arah laut. Dari pusat Kota Ternate, jaraknya hanya sekitar 3 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit perjalanan darat melalui jalan beraspal yang mulus.

Di pesisir barat Pulau Ternate, berdiri sebuah benteng kecil yang mungkin tidak semegah benteng-benteng kolonial lain di Indonesia, tetapi memiliki nilai sejarah yang luar biasa besar. Benteng Tolukko menjadi saksi bisu persaingan bangsa-bangsa Eropa dalam memperebutkan rempah-rempah yang pernah menjadi komoditas paling berharga di dunia. Dari balik dinding batu yang menghadap langsung ke Laut Maluku, benteng ini menyimpan kisah panjang tentang perdagangan cengkih, perebutan kekuasaan, hingga perjuangan masyarakat lokal mempertahankan tanah kelahirannya.

Kini Benteng Tolukko menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik di Kota Ternate. Lokasinya yang berada di atas tebing dengan panorama laut yang indah membuat tempat ini tidak hanya diminati pecinta sejarah, tetapi juga wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Maluku. Perpaduan antara bangunan kolonial yang masih terawat, pemandangan Gunung Tidore di kejauhan, serta semilir angin laut menciptakan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain.

Benteng ini memang berukuran relatif kecil dibandingkan Benteng Oranje maupun Benteng Kalamata. Namun justru dari ukurannya yang sederhana itulah tersimpan cerita mengenai strategi militer bangsa Portugis dan Belanda dalam menjaga jalur perdagangan rempah. Selama berabad-abad, Tolukko menjadi titik penting yang mengawasi lalu lintas kapal di sekitar Pulau Ternate.

Awalnya benteng ini dibangun oleh Portugis sekitar tahun 1540. Saat itu bangsa Portugis sedang memperkuat pengaruhnya di Kepulauan Maluku setelah berhasil menguasai perdagangan cengkih. Benteng tersebut mula-mula dikenal dengan nama Santo Lucas. Letaknya dipilih secara cermat karena berada di atas batuan vulkanik yang cukup tinggi sehingga memungkinkan pengawasan terhadap wilayah pesisir dan laut di sekitarnya.

Keberadaan benteng menjadi bagian dari jaringan pertahanan Portugis di Ternate. Mereka membangun sejumlah pos untuk mengamankan perdagangan sekaligus menghadapi ancaman dari kerajaan-kerajaan lokal maupun bangsa Eropa lain yang mulai berdatangan ke Nusantara. Benteng Santo Lucas menjadi salah satu titik penting yang melengkapi sistem pertahanan tersebut.

Memasuki abad ke-17, situasi politik berubah drastis. Belanda melalui VOC mulai menggeser dominasi Portugis di Maluku. Setelah berbagai konflik dan perebutan wilayah, benteng ini akhirnya dikuasai Belanda. Pada masa itulah namanya berubah menjadi Benteng Tolukko, diambil dari nama seorang sultan Ternate yang pernah memanfaatkan benteng tersebut sebagai bagian dari sistem pertahanannya.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua