Maluku dikenal sebagai Kepulauan Rempah yang sejak berabad-abad lalu menjadi tujuan bangsa-bangsa Eropa. Kekayaan pala dan cengkih menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat perdagangan paling penting di dunia pada abad ke-16 hingga ke-19. Di tengah persaingan tersebut, berbagai benteng dibangun untuk mempertahankan kekuasaan sekaligus mengontrol jalur perdagangan. Salah satu peninggalan yang masih menyimpan kisah panjang itu adalah Benteng Concordia di Maluku.
Benteng ini mungkin tidak sepopuler Benteng Belgica di Banda Neira atau Benteng Amsterdam di Hila. Namun, keberadaannya memiliki nilai sejarah yang tidak kalah penting. Dinding-dinding batu yang tersisa menjadi saksi perjalanan kolonial, pergantian kekuasaan, hingga dinamika kehidupan masyarakat Maluku yang selalu berkaitan erat dengan perdagangan rempah-rempah.
Bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah Nusantara, Benteng Concordia menawarkan pengalaman berbeda. Tidak hanya menyuguhkan panorama pesisir khas Maluku, tetapi juga mengajak pengunjung memahami bagaimana sebuah benteng menjadi bagian dari strategi politik, ekonomi, dan militer bangsa Eropa di wilayah timur Indonesia.
Benteng yang Lahir dari Ambisi Menguasai Perdagangan Rempah
Benteng Concordia dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) sebagai bagian dari jaringan pertahanan mereka di Kepulauan Maluku. Nama "Concordia" sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti "keselarasan" atau "persatuan", sebuah nama yang cukup sering digunakan pemerintah kolonial untuk berbagai benteng di wilayah jajahannya.
Pembangunan benteng ini tidak terlepas dari upaya VOC memperkuat pengaruhnya setelah berhasil menyingkirkan pesaing utama, yakni Portugis dan Spanyol. Dengan menguasai titik-titik strategis di Maluku, VOC dapat mengawasi aktivitas pelayaran, mengendalikan perdagangan rempah, sekaligus menekan kemungkinan pemberontakan dari masyarakat setempat maupun ancaman dari kekuatan Eropa lainnya.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB