Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Benteng Kolonial
»
Detail Berita


Menelusuri Jejak Benteng Concordia Maluku, Saksi Bisu Perebutan Rempah di Timur Nusantara

Foto: Benteng ini memiliki bentuk persegi panjang dengan bastion (sudut benteng yang menonjol) di setiap sudutnya dan dilengkapi dengan meriam
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Maluku Tengah, Indonesianer.com -- Benteng Concordia (atau Fort Concordia) adalah peninggalan sejarah kolonial di Kepulauan Banda yang terletak di pesisir timur Pulau Banda Besar, Desa Wayer, Maluku Tengah. Dibangun pertama kali oleh VOC pada 1630, benteng ini berfungsi untuk mengawasi perdagangan pala dan aktivitas kapal asing.

Maluku dikenal sebagai Kepulauan Rempah yang sejak berabad-abad lalu menjadi tujuan bangsa-bangsa Eropa. Kekayaan pala dan cengkih menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat perdagangan paling penting di dunia pada abad ke-16 hingga ke-19. Di tengah persaingan tersebut, berbagai benteng dibangun untuk mempertahankan kekuasaan sekaligus mengontrol jalur perdagangan. Salah satu peninggalan yang masih menyimpan kisah panjang itu adalah Benteng Concordia di Maluku.

Benteng ini mungkin tidak sepopuler Benteng Belgica di Banda Neira atau Benteng Amsterdam di Hila. Namun, keberadaannya memiliki nilai sejarah yang tidak kalah penting. Dinding-dinding batu yang tersisa menjadi saksi perjalanan kolonial, pergantian kekuasaan, hingga dinamika kehidupan masyarakat Maluku yang selalu berkaitan erat dengan perdagangan rempah-rempah.

Bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah Nusantara, Benteng Concordia menawarkan pengalaman berbeda. Tidak hanya menyuguhkan panorama pesisir khas Maluku, tetapi juga mengajak pengunjung memahami bagaimana sebuah benteng menjadi bagian dari strategi politik, ekonomi, dan militer bangsa Eropa di wilayah timur Indonesia.

Benteng yang Lahir dari Ambisi Menguasai Perdagangan Rempah

Benteng Concordia dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) sebagai bagian dari jaringan pertahanan mereka di Kepulauan Maluku. Nama "Concordia" sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti "keselarasan" atau "persatuan", sebuah nama yang cukup sering digunakan pemerintah kolonial untuk berbagai benteng di wilayah jajahannya.

Pembangunan benteng ini tidak terlepas dari upaya VOC memperkuat pengaruhnya setelah berhasil menyingkirkan pesaing utama, yakni Portugis dan Spanyol. Dengan menguasai titik-titik strategis di Maluku, VOC dapat mengawasi aktivitas pelayaran, mengendalikan perdagangan rempah, sekaligus menekan kemungkinan pemberontakan dari masyarakat setempat maupun ancaman dari kekuatan Eropa lainnya.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Baca Juga

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Berita Lainnya

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua