Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Maluku Utara
»
Benteng Kolonial


Jejak Rempah dan Perebutan Kekuasaan, Menyusuri Pesona Benteng Kastela di Ternate

Foto: Dimulai oleh Antonio de Brito pada tahun 1522 dan dirampungkan oleh Jorge de Castro pada tahun 1540
Warta Konsumen Indonesia

Seiring berjalannya waktu, hubungan harmonis tersebut mulai berubah. Portugis tidak hanya berdagang, tetapi juga berusaha mengendalikan politik Kesultanan Ternate. Mereka ikut campur dalam urusan pergantian sultan, memaksakan monopoli perdagangan, hingga menyebarkan agama Katolik secara agresif. Campur tangan yang semakin besar memicu ketegangan dengan para bangsawan dan masyarakat Ternate.

Konflik mencapai puncaknya pada tahun 1570 ketika Sultan Khairun, salah satu penguasa Ternate yang sangat dihormati, dibunuh secara licik di dalam Benteng Kastela setelah memenuhi undangan perundingan dari pihak Portugis. Peristiwa tersebut menjadi titik balik dalam sejarah Maluku. Putra Sultan Khairun, Sultan Baabullah, segera mengobarkan perang besar untuk mengusir Portugis dari Ternate.

Perjuangan Sultan Baabullah berlangsung selama lima tahun. Dengan dukungan rakyat dan kerajaan-kerajaan sekutu di Maluku, pasukan Ternate berhasil mengepung Benteng Kastela secara terus-menerus. Akhirnya pada tahun 1575 Portugis menyerah dan meninggalkan benteng tersebut. Kemenangan itu menjadikan Sultan Baabullah dikenal sebagai salah satu penguasa Nusantara yang berhasil mengusir bangsa Eropa jauh sebelum masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Keberhasilan tersebut sekaligus mengukuhkan posisi Kesultanan Ternate sebagai kekuatan maritim terbesar di kawasan timur Nusantara. Wilayah kekuasaannya bahkan meluas hingga sebagian Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, dan Filipina Selatan. Benteng Kastela kemudian menjadi simbol kemenangan sekaligus pengingat akan pentingnya persatuan dalam menghadapi kekuatan asing.

Menjelajahi Sisa Kejayaan Benteng di Tepi Laut Ternate

Meski telah berusia lebih dari lima abad, sisa-sisa Benteng Kastela masih memperlihatkan karakter arsitektur pertahanan khas Portugis. Sebagian besar bangunan memang telah runtuh akibat peperangan, gempa bumi, serta pengaruh cuaca tropis yang berlangsung selama ratusan tahun. Namun, beberapa bagian dinding batu masih berdiri kokoh dan memberikan gambaran mengenai ukuran benteng pada masa kejayaannya.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua