Seiring berjalannya waktu, hubungan harmonis tersebut mulai berubah. Portugis tidak hanya berdagang, tetapi juga berusaha mengendalikan politik Kesultanan Ternate. Mereka ikut campur dalam urusan pergantian sultan, memaksakan monopoli perdagangan, hingga menyebarkan agama Katolik secara agresif. Campur tangan yang semakin besar memicu ketegangan dengan para bangsawan dan masyarakat Ternate.
Konflik mencapai puncaknya pada tahun 1570 ketika Sultan Khairun, salah satu penguasa Ternate yang sangat dihormati, dibunuh secara licik di dalam Benteng Kastela setelah memenuhi undangan perundingan dari pihak Portugis. Peristiwa tersebut menjadi titik balik dalam sejarah Maluku. Putra Sultan Khairun, Sultan Baabullah, segera mengobarkan perang besar untuk mengusir Portugis dari Ternate.
Perjuangan Sultan Baabullah berlangsung selama lima tahun. Dengan dukungan rakyat dan kerajaan-kerajaan sekutu di Maluku, pasukan Ternate berhasil mengepung Benteng Kastela secara terus-menerus. Akhirnya pada tahun 1575 Portugis menyerah dan meninggalkan benteng tersebut. Kemenangan itu menjadikan Sultan Baabullah dikenal sebagai salah satu penguasa Nusantara yang berhasil mengusir bangsa Eropa jauh sebelum masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengukuhkan posisi Kesultanan Ternate sebagai kekuatan maritim terbesar di kawasan timur Nusantara. Wilayah kekuasaannya bahkan meluas hingga sebagian Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, dan Filipina Selatan. Benteng Kastela kemudian menjadi simbol kemenangan sekaligus pengingat akan pentingnya persatuan dalam menghadapi kekuatan asing.
Menjelajahi Sisa Kejayaan Benteng di Tepi Laut Ternate
Meski telah berusia lebih dari lima abad, sisa-sisa Benteng Kastela masih memperlihatkan karakter arsitektur pertahanan khas Portugis. Sebagian besar bangunan memang telah runtuh akibat peperangan, gempa bumi, serta pengaruh cuaca tropis yang berlangsung selama ratusan tahun. Namun, beberapa bagian dinding batu masih berdiri kokoh dan memberikan gambaran mengenai ukuran benteng pada masa kejayaannya.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB