Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Gorontalo
»
Benteng Kolonial


Jejak Pertahanan di Gorontalo, Menyusuri Sejarah Benteng Kota Mas yang Terlupakan

Foto: Benteng ini sudah tidak utuh dan berupa sisa-sisa reruntuhan. Anda masih bisa melihat fondasi dinding, sisa bastion (sudut pertahanan), dan gerbang dengan ketebalan tembok sekitar 0,8 – 1,2 meter
Warta Konsumen Indonesia

Gorontalo, Indonesianer.com -- Benteng Kota Mas (atau juga dikenal dengan nama Benteng Maas) adalah sisa-sisa benteng pertahanan dan pos perdagangan peninggalan masa kolonial yang dibangun oleh Spanyol atau Portugis. Benteng ini didirikan sekitar abad ke-17 sebagai pusat kontrol jalur pelayaran niaga dan perdagangan rempah-rempah yang sangat strategis di wilayah perairan Sulawesi.

Di antara berbagai peninggalan sejarah di Gorontalo, Benteng Kota Mas merupakan salah satu situs yang menyimpan kisah panjang mengenai pertahanan, perdagangan, dan perebutan pengaruh di kawasan Teluk Tomini. Meski popularitasnya belum setara dengan benteng-benteng kolonial besar di Indonesia seperti Benteng Rotterdam di Makassar atau Benteng Marlborough di Bengkulu, keberadaan Benteng Kota Mas menjadi saksi penting perjalanan sejarah Gorontalo sejak masa kolonial hingga awal pembentukan pemerintahan modern di wilayah tersebut.

Benteng ini tidak hanya mencerminkan strategi militer pada zamannya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Gorontalo memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan rempah dan pelayaran di kawasan timur Nusantara. Lokasinya yang menghadap ke wilayah pesisir membuat benteng ini berfungsi sebagai titik pengawasan terhadap kapal-kapal yang keluar masuk perairan Gorontalo sekaligus menjadi pusat kendali pemerintahan kolonial.

Kini, Benteng Kota Mas lebih dikenal sebagai situs sejarah dibandingkan bangunan pertahanan yang masih utuh. Sebagian besar struktur aslinya telah mengalami kerusakan akibat usia, perubahan tata ruang, hingga kurangnya perawatan pada masa lalu. Namun demikian, nilai sejarah yang dikandungnya tetap menjadi alasan kuat mengapa benteng ini layak dikenalkan kepada masyarakat luas maupun wisatawan yang ingin memahami sejarah Gorontalo lebih mendalam.

Benteng Kota Mas juga memperlihatkan bagaimana sebuah bangunan dapat menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini. Di balik sisa-sisa dindingnya tersimpan cerita mengenai hubungan kerajaan-kerajaan lokal dengan bangsa Eropa, dinamika perdagangan, hingga perubahan sistem pemerintahan yang terjadi selama berabad-abad.

Benteng Strategis yang Lahir dari Kepentingan Politik dan Perdagangan

Sejarah Benteng Kota Mas tidak dapat dipisahkan dari posisi Gorontalo sebagai daerah penting di pesisir utara Sulawesi. Sejak abad ke-17 hingga abad ke-19, kawasan ini menjadi salah satu simpul perdagangan yang menghubungkan Maluku, Sulawesi, dan wilayah Nusantara bagian barat. Komoditas seperti hasil hutan, damar, rotan, kopra, serta berbagai hasil bumi lainnya diperdagangkan melalui pelabuhan-pelabuhan di sekitar Gorontalo.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua