Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan alat musik tradisional seperti Lado-lado menghadapi tantangan yang cukup besar. Minat generasi muda terhadap musik modern sering kali membuat alat musik tradisional semakin jarang dimainkan. Oleh karena itu, mengenal Lado-lado bukan sekadar mempelajari sebuah instrumen musik, melainkan juga memahami bagian penting dari perjalanan budaya Sulawesi Tenggara yang patut dijaga keberlangsungannya.
Jejak Sejarah, Bentuk, dan Cara Memainkan Lado-Lado
Lado-lado berkembang di lingkungan masyarakat tradisional Sulawesi Tenggara sebagai alat musik sederhana yang digunakan dalam berbagai aktivitas sosial. Tidak banyak catatan tertulis mengenai awal kemunculannya karena pengetahuan tentang alat musik ini diwariskan secara lisan. Seperti banyak alat musik tradisional Nusantara lainnya, sejarah Lado-lado lebih banyak hidup melalui ingatan para tetua adat dan para pelaku seni.
Pada masa lalu, masyarakat di berbagai pelosok Sulawesi Tenggara sangat bergantung pada alam. Ketersediaan bambu, kayu, rotan, maupun bahan alami lainnya mendorong lahirnya berbagai peralatan rumah tangga sekaligus instrumen musik. Lado-lado merupakan salah satu hasil kreativitas tersebut. Pembuatannya tidak membutuhkan teknologi rumit sehingga hampir setiap pengrajin lokal mampu membuatnya sendiri.
Material utama Lado-lado biasanya berasal dari bahan alami yang ringan tetapi cukup kuat menghasilkan resonansi bunyi. Pemilihan bahan menjadi faktor penting karena menentukan kualitas suara yang dihasilkan. Pengrajin tradisional umumnya memilih bahan yang sudah cukup tua agar tidak mudah retak dan mampu bertahan dalam waktu lama.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian. Setiap bagian dipotong sesuai ukuran tertentu, kemudian dirapikan hingga menghasilkan bentuk yang proporsional. Walaupun terlihat sederhana, ukuran setiap komponen memengaruhi karakter suara. Karena itulah pengalaman seorang pengrajin menjadi modal utama dalam menghasilkan Lado-lado yang berkualitas.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB