Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Fauna
»
Detail Berita


Tarsius, Sang Primata Mungil Penjaga Malam di Hutan Sulawesi

Foto: Primata kecil ini merupakan salah satu mamalia paling kuno yang masih bertahan hingga sekarang
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Ciri paling mencolok tentu saja terletak pada kedua matanya. Dibandingkan ukuran tubuhnya, mata tarsius merupakan salah satu yang terbesar di dunia mamalia. Setiap bola mata bahkan hampir sebesar ukuran otaknya sendiri. Karena ukurannya yang besar, mata tersebut tidak dapat bergerak ke kanan maupun kiri seperti manusia. Sebagai gantinya, tarsius mampu memutar kepalanya hingga sekitar 180 derajat ke berbagai arah sehingga tetap dapat mengamati lingkungan tanpa harus memindahkan posisi tubuh.

Pendengarannya pun luar biasa tajam. Telinga yang tipis dan lebar dapat bergerak mengikuti arah datangnya suara sehingga membantu mendeteksi keberadaan mangsa maupun ancaman. Kemampuan ini menjadi modal penting bagi satwa nokturnal yang lebih aktif pada malam hari.

Berbeda dengan banyak primata lain yang memakan buah, tarsius merupakan karnivora sejati. Menu utamanya terdiri atas belalang, jangkrik, kumbang, laba-laba, ngengat, kadal kecil, katak, bahkan sesekali burung berukuran mungil. Setelah menemukan mangsa, tarsius akan menghitung jarak dengan sangat presisi sebelum melompat cepat untuk menangkapnya menggunakan kedua tangan.

Aktivitas mereka dimulai menjelang senja. Saat matahari terbenam, kelompok tarsius perlahan keluar dari tempat tidurnya yang biasanya berupa rumpun bambu, pohon berlubang, atau vegetasi yang rapat. Mereka kemudian berpencar mencari makanan sepanjang malam sebelum kembali beristirahat ketika fajar menyingsing.

Meskipun sering terlihat hidup berkelompok kecil, tarsius sebenarnya memiliki wilayah jelajah yang dijaga bersama pasangan atau anggota keluarganya. Mereka berkomunikasi menggunakan berbagai suara bernada tinggi yang sebagian bahkan berada pada frekuensi ultrasonik sehingga tidak dapat didengar telinga manusia. Penelitian modern menunjukkan bahwa komunikasi ultrasonik tersebut membantu mereka tetap saling terhubung tanpa mudah diketahui predator.

Keberadaan tarsius juga memiliki fungsi ekologis yang penting. Sebagai predator serangga, mereka membantu menjaga keseimbangan populasi berbagai jenis serangga di dalam hutan. Dengan demikian, tarsius turut berperan dalam mempertahankan stabilitas ekosistem hutan tropis Sulawesi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua