Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Kalimantan Tengah
»
Ragam Fauna


Jejak Orangutan Kalimantan, Sang Penjaga Tertua Hutan Hujan Borneo

Foto: Indonesia menjadi rumah bagi tiga spesies orangutan, yaitu orangutan Kalimantan, orangutan Sumatra, dan orangutan Tapanuli
Warta Konsumen Indonesia

Palangkaraya, Indonesianer.com -- Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) adalah satwa endemik yang berasal dari Pulau Kalimantan. Habitat aslinya tersebar di hutan hujan tropis wilayah Indonesia (Kalimantan Barat, Tengah, Timur) serta Malaysia (Sabah dan Serawak).

Di tengah lebatnya hutan hujan tropis Pulau Kalimantan, hidup salah satu primata paling cerdas di dunia yang telah menjadi simbol kekayaan alam Indonesia. Orangutan Kalimantan bukan sekadar satwa liar yang menarik perhatian wisatawan atau peneliti, melainkan juga penentu keseimbangan ekosistem hutan yang telah berusia jutaan tahun. Dengan tubuh besar, lengan yang sangat panjang, dan wajah yang ekspresif, primata ini mampu menunjukkan perilaku yang begitu mirip dengan manusia sehingga sering memunculkan rasa kagum bagi siapa pun yang menyaksikannya secara langsung.

Nama Orangutan sendiri berasal dari bahasa Melayu, yakni Orang dan Hutan, yang berarti manusia hutan. Sebutan tersebut bukan tanpa alasan. Orangutan memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, mampu menggunakan alat sederhana, mengingat lokasi ratusan pohon buah, hingga mengajarkan keterampilan bertahan hidup kepada anak-anaknya selama bertahun-tahun. Kemampuan itu menjadikan mereka salah satu primata paling unik sekaligus paling rentan terhadap perubahan lingkungan.

Indonesia menjadi rumah bagi tiga spesies orangutan, yaitu orangutan Kalimantan, orangutan Sumatra, dan orangutan Tapanuli. Di antara ketiganya, orangutan Kalimantan memiliki persebaran paling luas yang mencakup berbagai kawasan hutan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, hingga sebagian Kalimantan Utara. Meski demikian, luas habitat mereka terus menyusut akibat berbagai aktivitas manusia.

Berbeda dengan monyet yang hidup berkelompok besar, orangutan justru dikenal sebagai satwa yang cenderung menyendiri. Individu dewasa lebih sering menghabiskan waktu sendirian di atas kanopi hutan, berpindah dari satu pohon ke pohon lain untuk mencari makanan. Hanya induk bersama anaknya yang hampir selalu terlihat bersama karena anak orangutan membutuhkan waktu belajar yang sangat panjang sebelum mampu hidup mandiri.

Kehidupan di atas pepohonan membuat orangutan jarang turun ke tanah. Mereka membangun sarang baru hampir setiap malam menggunakan ranting dan daun yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi tempat tidur yang nyaman. Sarang-sarang tersebut dapat ditemukan di berbagai ketinggian pohon dan menjadi salah satu tanda keberadaan orangutan di suatu kawasan hutan.

Makanan utama orangutan terdiri atas berbagai jenis buah-buahan hutan. Saat musim buah tiba, mereka dapat berpindah dari satu pohon ke pohon lain sepanjang hari. Namun ketika buah mulai langka, mereka beralih memakan daun muda, kulit kayu, bunga, jamur, serangga, hingga madu. Fleksibilitas pola makan ini memungkinkan mereka bertahan dalam kondisi alam yang terus berubah mengikuti musim.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua