Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Papua Selatan
»
Fauna


Kanguru Tanah Papua Selatan, Penjaga Sunyi Lanskap Liar di Ujung Timur Indonesia

Foto: Berbeda dengan Kanguru Australia, Kanguru Tanah berukuran lebih kecil namun memiliki kaki belakang yang kuat untuk melompat
Warta Konsumen Indonesia

Merauke, Indonesianer.com -- Kanguru tanah adalah marsupial atau hewan berkantung endemik wilayah Papua Selatan yang hidup dan beraktivitas di atas permukaan tanah. Spesies utamanya meliputi pelandu (Thylogale brunii) dan walabi, yang berukuran lebih kecil dari kanguru Australia namun memiliki kaki belakang yang kuat untuk melompat.

Papua Selatan menyimpan bentang alam yang masih sangat alami, mulai dari hutan hujan dataran rendah, rawa-rawa luas, hingga padang savana yang menjadi rumah bagi beragam satwa endemik. Di antara kekayaan fauna tersebut, kanguru tanah menjadi salah satu penghuni paling menarik sekaligus paling sulit dijumpai. Berbeda dengan kerabatnya di Australia yang sering terlihat melompat di padang terbuka, kanguru tanah Papua lebih banyak menghabiskan hidup di balik rimbunnya vegetasi hutan. Kehadirannya menjadi simbol keseimbangan ekosistem sekaligus bukti bahwa Papua Selatan masih memiliki kawasan liar yang mampu menopang kehidupan satwa khas kawasan Australis.

Kanguru tanah di Papua Selatan merupakan bagian dari kelompok marsupial atau mamalia berkantung yang telah berevolusi selama jutaan tahun di kawasan Papua dan Australia. Satwa ini memiliki hubungan kekerabatan dengan walabi, kanguru pohon, kuskus, hingga berbagai jenis marsupial lain yang menghuni Pulau Papua. Walaupun namanya mengandung kata "kanguru", penampilannya tidak selalu sebesar kanguru merah Australia yang terkenal. Tubuhnya lebih ramping, dengan warna bulu kecokelatan hingga abu-abu yang membantu berkamuflase di antara semak dan pepohonan.

Papua Selatan, khususnya wilayah Merauke dan sekitarnya, menjadi salah satu habitat penting bagi beberapa spesies kanguru tanah, termasuk kanguru lincah atau agile wallaby (Macropus agilis) yang secara alami juga ditemukan di bagian selatan Papua. Satwa ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat adat setempat, baik sebagai sumber pengetahuan tradisional maupun sebagai bagian dari cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.

Keberadaan kanguru tanah tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Pulau Papua memiliki sejarah geologi yang unik. Dahulu, Papua dan Australia pernah terhubung melalui Paparan Sahul ketika permukaan laut masih lebih rendah pada zaman es. Hubungan daratan tersebut memungkinkan berbagai spesies marsupial menyebar dan berkembang hingga akhirnya terpisah ketika permukaan laut naik. Karena proses evolusi yang panjang inilah, Papua kini menjadi satu-satunya wilayah Indonesia yang memiliki kanguru sebagai satwa liar asli.

Bagi wisatawan pecinta alam, kanguru tanah menjadi daya tarik tersendiri. Walaupun peluang bertemu satwa ini tidak mudah, pengalaman menjelajahi kawasan konservasi, savana, maupun hutan alami Papua Selatan selalu menghadirkan sensasi petualangan yang berbeda. Suara burung endemik, hamparan padang rumput, dan jejak-jejak satwa liar menciptakan pengalaman yang sulit ditemukan di daerah lain di Indonesia.

Kehidupan Kanguru Tanah di Alam Papua Selatan

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua