Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Nusa Tenggara Timur
»
Aneka Flora


Jejak Harum Pohon Cendana, Warisan Alam Nusantara yang Mendunia

Foto: Pusat persebaran utama Cendana berada di Nusa Tenggara Timur meliputi Pulau Timor, Pulau Sumba, Pulau Flores, Pulau Alor dan Pulau Rote
Warta Konsumen Indonesia
Penulis: Aida Chaerani

Kupang, Indonesianer.com -- Kayu Cendana Putih (Santalum album) merupakan tumbuhan endemik asli Indonesia yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanaman ini tersebar dan tumbuh subur di beberapa pulau utama di kawasan tersebut.

Pohon cendana merupakan salah satu kekayaan hayati Indonesia yang telah dikenal dunia sejak berabad-abad lalu. Aroma kayunya yang khas, lembut, dan mampu bertahan sangat lama menjadikan cendana sebagai komoditas bernilai tinggi. Dari masa kerajaan hingga perdagangan internasional, kayu cendana selalu memiliki tempat istimewa karena dimanfaatkan sebagai bahan wewangian, ukiran, kerajinan, obat tradisional, hingga keperluan ritual keagamaan.

Di Indonesia, nama cendana sangat lekat dengan Pulau Timor di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahkan, daerah ini pernah dijuluki sebagai Pulau Cendana karena hutan-hutannya dahulu dipenuhi oleh pohon berharga tersebut. Kayu cendana menjadi salah satu komoditas utama yang diperdagangkan ke berbagai penjuru Asia sejak ratusan tahun silam. Pedagang dari India, Tiongkok, hingga Timur Tengah datang untuk mendapatkan kayu harum yang hanya tumbuh baik di kawasan tropis tertentu.

Pohon cendana memiliki nama ilmiah Santalum album. Tanaman ini termasuk keluarga Santalaceae dan dikenal sebagai tumbuhan semi-parasit. Artinya, meskipun mampu melakukan fotosintesis sendiri, akarnya tetap membutuhkan tanaman lain sebagai inang untuk membantu memperoleh air dan unsur hara selama masa pertumbuhan. Karakter unik inilah yang membuat budidaya cendana tidak semudah menanam pohon kayu biasa.

Secara fisik, pohon cendana memiliki tinggi antara 10 hingga 20 meter ketika telah dewasa. Batangnya tidak terlalu besar, tetapi kayunya padat dan kuat. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dengan permukaan agak kasar. Daunnya berbentuk lonjong, berwarna hijau mengilap, sedangkan bunganya berukuran kecil dengan warna yang dapat berubah dari putih kehijauan menjadi kemerahan ketika semakin tua.

Hal paling berharga dari pohon ini bukanlah bentuknya, melainkan inti kayunya. Bagian teras kayu mengandung minyak atsiri yang menghasilkan aroma khas. Semakin tua usia pohon, umumnya semakin tinggi pula kandungan minyaknya. Oleh sebab itu, pohon cendana baru dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi setelah berumur puluhan tahun.

Indonesia bukan satu-satunya negara penghasil cendana. Tanaman ini juga ditemukan di India, Australia, Sri Lanka, hingga beberapa wilayah Pasifik. Namun, cendana asal Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik karena kualitas aromanya yang lembut, hangat, dan tahan lama. Selama berabad-abad, kayu cendana dari Nusantara menjadi salah satu produk ekspor unggulan yang sangat diminati pasar internasional.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua