Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Rumah Adat
»
Detail Berita


Rumah Adat Nuwo Sesat, Lambang Kehidupan Masyarakat Lampung

Foto: Dibangun setinggi 1,5 hingga 2 meter di atas permukaan tanah untuk menghindari banjir dan serangan hewan liar.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Bandar Lampung, Indonesianer.com -- Nuwo Sesat adalah rumah adat tradisional khas Lampung. Bangunan ini berfungsi sebagai balai pertemuan atau pusat kegiatan musyawarah adat bagi para tokoh dan penyimbang (pemuka adat) setempat.

Di tengah kekayaan budaya Nusantara, Provinsi Lampung memiliki warisan arsitektur tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol identitas dan tata kehidupan masyarakatnya. Salah satu warisan budaya yang paling dikenal adalah Nuwo Sesat, rumah adat yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial masyarakat Lampung. Bangunan ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang yang mencerminkan nilai-nilai musyawarah, kepemimpinan, serta penghormatan terhadap adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bagi masyarakat Lampung, adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbagai keputusan penting yang menyangkut kepentingan bersama selalu dibicarakan melalui mekanisme musyawarah. Dalam konteks itulah Nuwo Sesat hadir sebagai pusat aktivitas adat sekaligus simbol persatuan masyarakat. Keberadaannya menjadi bukti bahwa budaya Lampung dibangun di atas semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap tatanan sosial yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Secara umum, Nuwo Sesat dapat ditemukan di berbagai wilayah yang masih mempertahankan tradisi adat Lampung. Meskipun bentuk dan ukurannya dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, fungsi utamanya tetap sama, yakni sebagai balai pertemuan adat. Bangunan ini biasanya digunakan untuk membahas berbagai persoalan masyarakat, menyelesaikan sengketa, mengadakan upacara adat, hingga menjadi tempat pelaksanaan berbagai kegiatan budaya yang melibatkan warga.

Nama "Nuwo Sesat" sendiri memiliki makna yang menarik. Dalam bahasa Lampung, "nuwo" berarti rumah, sedangkan "sesat" merujuk pada balai atau tempat musyawarah. Karena itu, Nuwo Sesat dapat dipahami sebagai rumah tempat bermusyawarah. Makna tersebut menunjukkan bahwa bangunan ini sejak awal memang dirancang sebagai ruang publik yang menjadi pusat kehidupan sosial masyarakat adat.

Keberadaan Nuwo Sesat juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Lampung menempatkan musyawarah sebagai bagian penting dalam menjaga harmoni kehidupan bersama. Berbagai persoalan yang muncul dalam masyarakat pada masa lalu biasanya dibahas secara terbuka melalui forum adat yang diselenggarakan di dalam bangunan ini. Para tokoh adat, pemimpin masyarakat, dan warga berkumpul untuk mencari solusi terbaik berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam komunitas mereka.

Arsitektur Tradisional yang Sarat Makna

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Nusantara

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Istana Nusantara

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Nusantara

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Istana Nusantara

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Pilihan Redaksi

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Baca Juga

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Berita Lainnya

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Geopark

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Budaya

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Budaya

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Peristiwa

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua