Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Rumah Adat
»
Detail Berita


Rumah Adat Tanean Lanjhang, Permukiman yang Menjaga Ikatan Antar Generasi

Foto: Berjajar dari timur ke barat di depan halaman. Urutan rumah menunjukkan status: rumah orang tua/tetua keluarga berada di tengah, diapit oleh rumah anak-anaknya.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Di bagian paling barat kompleks biasanya terdapat langgar atau surau kecil. Bangunan ini menjadi pusat kegiatan keagamaan keluarga dan masyarakat sekitar. Keberadaan langgar menunjukkan betapa pentingnya nilai religius dalam kehidupan masyarakat Madura. Selain digunakan untuk salat berjamaah, langgar sering menjadi tempat belajar agama bagi anak-anak serta ruang berkumpul untuk membahas berbagai persoalan sosial.

Di sepanjang halaman utama berdiri rumah-rumah keluarga yang tersusun menurut urutan generasi. Rumah yang ditempati orang tua atau generasi tertua biasanya memiliki posisi yang lebih dihormati. Dari sinilah nilai penghormatan kepada orang yang lebih tua tercermin dalam tata ruang permukiman.

Halaman panjang yang menjadi ciri khas Tanean Lanjhang berfungsi sebagai ruang komunal. Berbeda dengan rumah modern yang cenderung menekankan privasi, kehidupan dalam Tanean Lanjhang justru mendorong interaksi sosial yang intens. Anak-anak bermain bersama, orang dewasa saling membantu dalam pekerjaan sehari-hari, sementara para lansia tetap menjadi bagian aktif dalam kehidupan keluarga.

Di bagian tertentu juga terdapat kandang ternak, lumbung penyimpanan hasil pertanian, serta fasilitas pendukung lainnya. Semua unsur tersebut membentuk satu kesatuan yang saling melengkapi. Karena itulah Tanean Lanjhang sering dipandang sebagai representasi hubungan harmonis antara manusia, keluarga, lingkungan, dan nilai spiritual.

Keberadaan permukiman ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Madura membangun sistem sosial yang kuat jauh sebelum konsep perencanaan kawasan modern dikenal luas. Tanean Lanjhang menciptakan lingkungan yang memungkinkan solidaritas keluarga tetap terjaga meskipun jumlah anggota keluarga terus bertambah dari generasi ke generasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai tradisi keluarga biasanya dilaksanakan di lingkungan Tanean Lanjhang. Acara pernikahan, syukuran, peringatan hari besar keagamaan, hingga musyawarah keluarga sering berlangsung di halaman utama. Oleh karena itu, halaman panjang tersebut bukan sekadar ruang terbuka, melainkan pusat kehidupan sosial yang memiliki nilai simbolis sangat penting.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Artikel ini telah ditayangkan di dengan judul Rumah Adat Tanean Lanjhang, Permukiman yang Menjaga Ikatan Antar Generasi. Baca versi aslinya di sini.

Sorotan


Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Nusantara

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Istana Nusantara

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Nusantara

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Istana Nusantara

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Pilihan Redaksi

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Baca Juga

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Berita Lainnya

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Geopark

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Budaya

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Budaya

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Peristiwa

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua