Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah bentuk atapnya. Dalam tradisi masyarakat Osing dikenal tiga bentuk atap utama, yaitu tikel balung, baresan, dan crocogan. Ketiga bentuk tersebut bukan sekadar variasi desain, melainkan memiliki fungsi dan makna tersendiri dalam tradisi arsitektur setempat.
Atap tikel balung merupakan bentuk yang paling lengkap dan dianggap memiliki nilai sosial yang tinggi. Struktur atapnya terdiri atas empat bidang yang saling bertemu sehingga membentuk komposisi yang kokoh dan seimbang. Bentuk ini umumnya dijumpai pada rumah keluarga yang telah mapan.
Sementara itu, atap baresan memiliki bentuk yang lebih sederhana dengan tiga bidang utama. Adapun crocogan merupakan bentuk paling sederhana dengan dua bidang atap yang saling berhadapan. Dalam perkembangannya, ketiga bentuk tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas arsitektur Osing, meskipun saat ini material penutup atap telah banyak mengalami penyesuaian.
Pada masa lalu, penutup atap umumnya menggunakan bahan-bahan alami seperti daun kelapa atau bahan lokal lainnya yang tersedia di sekitar permukiman. Seiring waktu, banyak rumah menggunakan genteng tanah liat karena lebih tahan lama tanpa mengubah bentuk dasar bangunan.
Struktur utama rumah biasanya menggunakan kayu yang dipilih dengan cermat. Kayu menjadi material utama karena mudah diperoleh, memiliki daya tahan yang baik, serta memberikan kesejukan bagi penghuni. Sambungan antarkayu umumnya dibuat menggunakan sistem pasak tanpa bergantung sepenuhnya pada paku besi, sebuah teknik konstruksi tradisional yang telah dikenal masyarakat Nusantara sejak lama.
Dinding rumah pada awalnya banyak menggunakan anyaman bambu atau papan kayu. Material tersebut memungkinkan sirkulasi udara berlangsung dengan baik sehingga suhu di dalam rumah tetap nyaman meskipun cuaca di luar cukup panas. Konsep ventilasi alami ini menjadi salah satu keunggulan rumah tradisional yang hingga kini masih relevan dalam arsitektur tropis.
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:51 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:50 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:47 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:15 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:12 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:54 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:53 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:52 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:51 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:50 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:13 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:12 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:11 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:10 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB
Geopark
16 Jun 2026, 17:43 WIB