Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Rumah Adat
»
Detail Berita


Rumah Adat Osing Banyuwangi, Warisan Arsitektur Suku Osing yang Sarat Makna

Foto: Menggunakan rangka kayu dan bambu (seperti kayu Bendo atau Cempaka) yang disambung dengan sistem penitih (pasak kayu) alih-alih paku besi. Ini membuat rumah fleksibel bergoyang saat gempa.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah bentuk atapnya. Dalam tradisi masyarakat Osing dikenal tiga bentuk atap utama, yaitu tikel balung, baresan, dan crocogan. Ketiga bentuk tersebut bukan sekadar variasi desain, melainkan memiliki fungsi dan makna tersendiri dalam tradisi arsitektur setempat.

Atap tikel balung merupakan bentuk yang paling lengkap dan dianggap memiliki nilai sosial yang tinggi. Struktur atapnya terdiri atas empat bidang yang saling bertemu sehingga membentuk komposisi yang kokoh dan seimbang. Bentuk ini umumnya dijumpai pada rumah keluarga yang telah mapan.

Sementara itu, atap baresan memiliki bentuk yang lebih sederhana dengan tiga bidang utama. Adapun crocogan merupakan bentuk paling sederhana dengan dua bidang atap yang saling berhadapan. Dalam perkembangannya, ketiga bentuk tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas arsitektur Osing, meskipun saat ini material penutup atap telah banyak mengalami penyesuaian.

Pada masa lalu, penutup atap umumnya menggunakan bahan-bahan alami seperti daun kelapa atau bahan lokal lainnya yang tersedia di sekitar permukiman. Seiring waktu, banyak rumah menggunakan genteng tanah liat karena lebih tahan lama tanpa mengubah bentuk dasar bangunan.

Struktur utama rumah biasanya menggunakan kayu yang dipilih dengan cermat. Kayu menjadi material utama karena mudah diperoleh, memiliki daya tahan yang baik, serta memberikan kesejukan bagi penghuni. Sambungan antarkayu umumnya dibuat menggunakan sistem pasak tanpa bergantung sepenuhnya pada paku besi, sebuah teknik konstruksi tradisional yang telah dikenal masyarakat Nusantara sejak lama.

Dinding rumah pada awalnya banyak menggunakan anyaman bambu atau papan kayu. Material tersebut memungkinkan sirkulasi udara berlangsung dengan baik sehingga suhu di dalam rumah tetap nyaman meskipun cuaca di luar cukup panas. Konsep ventilasi alami ini menjadi salah satu keunggulan rumah tradisional yang hingga kini masih relevan dalam arsitektur tropis.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Festival Pesona Tambora, Mengenang Letusan yang Pernah Mengguncang Dunia

Festival Pesona Tambora, Mengenang Letusan yang Pernah Mengguncang Dunia

Festival Budaya

Festival Danau Limboto, Merayakan Pesona Warisan Budaya Gorontalo

Festival Danau Limboto, Merayakan Pesona Warisan Budaya Gorontalo

Festival Budaya

Karapan Sapi Madura, Balapan Sapi Tradisional yang Sarat Prestise Budaya

Karapan Sapi Madura, Balapan Sapi Tradisional yang Sarat Prestise Budaya

Festival Budaya

Pilihan Redaksi

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Nusantara

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Istana Nusantara

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Nusantara

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Istana Nusantara

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Baca Juga

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Berita Lainnya

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua