Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Rumah Adat
»
Detail Berita


Rumah Adat Sumba, Mahakarya Arsitektur Megalitik yang Masih Hidup hingga Kini

Foto: Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki berbagai jenis rumah adat yang tersebar di setiap suku dan wilayah.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Sementara itu, bagian bawah rumah atau kolong melambangkan hubungan manusia dengan alam. Tempat ini digunakan untuk memelihara ternak maupun menyimpan berbagai perlengkapan kerja sehingga menjadi penopang kehidupan ekonomi keluarga. Pembagian ruang secara vertikal tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat Sumba memandang keseimbangan antara manusia, alam, dan dunia spiritual.

Keunikan lain rumah adat Sumba terlihat dari teknik pembangunannya. Banyak rumah tradisional masih menggunakan sistem sambungan kayu tanpa bergantung pada paku modern. Tiang-tiang utama dibuat dari batang kayu berukuran besar yang dipilih secara cermat agar mampu menopang keseluruhan struktur bangunan selama puluhan bahkan ratusan tahun. Tidak mengherankan apabila beberapa rumah adat yang masih berdiri saat ini telah berusia sangat tua dan terus dirawat oleh keturunan pemiliknya.

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah adat juga menjadi pusat berbagai peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat. Prosesi kelahiran, pernikahan, pembagian warisan, hingga ritual penghormatan kepada leluhur umumnya dilaksanakan di dalam atau di sekitar rumah. Dengan demikian, bangunan ini menjadi saksi perjalanan hidup sebuah keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Keberadaan rumah adat juga tidak dapat dipisahkan dari berbagai tradisi terkenal di Pulau Sumba. Festival Pasola, upacara adat Marapu, hingga berbagai ritual syukuran sering berlangsung di kampung-kampung tradisional yang dipenuhi rumah-rumah beratap tinggi tersebut. Pemandangan ini memberikan pengalaman budaya yang autentik bagi siapa pun yang berkunjung ke Sumba.

Dalam beberapa dekade terakhir, rumah adat Sumba semakin dikenal di tingkat internasional. Bentuk arsitekturnya yang khas sering menjadi objek penelitian arsitektur tradisional, antropologi, hingga pariwisata budaya. Banyak fotografer dari berbagai negara datang untuk mengabadikan siluet atap rumah yang menjulang dengan latar matahari terbit atau terbenam di atas savana Sumba. Citra tersebut kemudian menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.

Meski demikian, keberadaan rumah adat menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ketersediaan kayu berkualitas semakin terbatas, sementara ilalang sebagai bahan utama atap membutuhkan perawatan dan penggantian secara berkala. Proses pembangunan rumah tradisional juga memerlukan biaya besar dan melibatkan banyak tenaga kerja sehingga tidak semua keluarga mampu membangunnya seperti pada masa lalu.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Festival Pesona Tambora, Mengenang Letusan yang Pernah Mengguncang Dunia

Festival Pesona Tambora, Mengenang Letusan yang Pernah Mengguncang Dunia

Festival Budaya

Festival Danau Limboto, Merayakan Pesona Warisan Budaya Gorontalo

Festival Danau Limboto, Merayakan Pesona Warisan Budaya Gorontalo

Festival Budaya

Pilihan Redaksi

Karapan Sapi Madura, Balapan Sapi Tradisional yang Sarat Prestise Budaya

Karapan Sapi Madura, Balapan Sapi Tradisional yang Sarat Prestise Budaya

Festival Budaya

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Nusantara

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Istana Nusantara

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Nusantara

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Istana Nusantara

Baca Juga

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Berita Lainnya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua