Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Rumah Adat
»
Detail Berita


Rumah Melayu Deli, Jejak Kemegahan Budaya Melayu Sumatra Timur

Foto: Salah satu warisan budaya yang paling menarik untuk dikenali adalah Rumah Melayu Deli, rumah tradisional masyarakat Melayu yang berkembang di wilayah bekas Kesultanan Deli.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Selain berfungsi sebagai perlindungan terhadap lingkungan, ruang kosong di bawah rumah juga memiliki manfaat praktis. Area tersebut sering digunakan untuk menyimpan peralatan, tempat beraktivitas, atau sebagai ruang tambahan yang mendukung kehidupan sehari-hari.

Rumah Melayu Deli umumnya dibangun menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kayu menjadi material utama karena mudah diperoleh sekaligus memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi iklim tropis. Berbagai jenis kayu keras digunakan untuk tiang, lantai, dinding, maupun struktur atap. Sementara itu, bagian atap pada masa lalu sering memanfaatkan bahan alami seperti daun nipah atau rumbia sebelum kemudian banyak digantikan oleh material yang lebih modern.

Keindahan Rumah Melayu Deli tampak jelas pada detail-detail dekoratifnya. Ornamen ukiran menghiasi berbagai bagian bangunan, mulai dari dinding, pintu, jendela, hingga lisplang atap. Motif yang digunakan umumnya terinspirasi dari bentuk tumbuhan, bunga, sulur, dan unsur alam lainnya. Ragam hias tersebut tidak hanya berfungsi mempercantik bangunan, tetapi juga menjadi media ekspresi seni masyarakat Melayu.

Warna-warna yang digunakan pada rumah tradisional Melayu juga memiliki karakter tersendiri. Kuning sering menjadi warna dominan karena dianggap melambangkan kebesaran, kemuliaan, dan kehormatan. Tidak mengherankan jika warna kuning sangat identik dengan budaya Melayu, terutama yang berkaitan dengan lingkungan istana dan bangsawan. Selain kuning, warna hijau, putih, dan cokelat juga kerap digunakan sebagai pelengkap yang menciptakan kesan elegan sekaligus hangat.

Tata ruang Rumah Melayu Deli dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat. Bagian depan biasanya berfungsi sebagai ruang penerima tamu sekaligus tempat berlangsungnya berbagai kegiatan sosial. Di sinilah para tamu disambut dan berbagai pertemuan keluarga dilaksanakan.

Memasuki bagian tengah rumah, suasana menjadi lebih privat. Area ini umumnya digunakan sebagai ruang keluarga dan kamar-kamar anggota keluarga. Sementara itu, bagian belakang rumah biasanya diperuntukkan bagi aktivitas domestik seperti memasak dan menyiapkan kebutuhan rumah tangga.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Nusantara

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Istana Nusantara

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Nusantara

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Istana Nusantara

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Pilihan Redaksi

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Baca Juga

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Berita Lainnya

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Geopark

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Budaya

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Budaya

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Peristiwa

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua